banner 728x250

BERSIH-BERSIH INDONESIA

banner 120x600
banner 468x60

 

JAKARTA|WARTAPAPER.COM-Katanya pengen Indonesia bersih dari Korupsi. Tapi lihat para Petugas Hukum saling sikat, kok malah ngga senang, bahkan bully Presiden?

banner 325x300

Harusnya rakyat senang dong. Berarti semua saling bongkar. Saling sikat. Saling membersihkan. Setelah selama ini saling memahami. Saling menjaga. Bahkan saling melindungi!

Saya pahamlah. Bagi sebagian rakyat, Aparat Hukum, apalagi petingginya yang terseret masalah hukum, ditangkap, dunia Hukum jadi seperti kiamat.

Siapa lagi yang bisa kita percaya?

Kalau Polisi, Jaksa, dan Hakim juga ikutan Korupsi, institusi mana lagi yang harus kita percayai?

Wajar pemikiran dan pemahaman seperti ini.

Tapi masalahnya, sejak puluhan tahun yang lalu, kondisi ini sudah terjadi. Bahkan mereka saling melindungi. Apesnya, Presiden sebagai Kepala Negara terkesan diam dan seperti tidak perduli.

Saya tonton Podcast Denny Sumargo bersama Pak Purbaya. Pak Purbaya bilang, kalau jaman sebelum Pak Prabowo, Beacukai dan Perpajakan misalnya tidak bisa dimasuki KPK, Kepolisian dan Kejaksaan Agung.

Kalau ada indikasi pelanggaran disana, Menteri Keuangan yang jadi Bos Beacukai dan Perpajakan akan telepon Presiden. KPK dan semua penegak hukum mundur teratur.

Sekarang ngga ada masalah. Bahkan kata Pak Purbaya, Presiden Prabowo mau membubarkan Beacukai. Terlalu bobrok. Mau dioutsourcingkan ke Swiss apa Swedia.

Pak Purbaya minta waktu satu tahun. Sampai september tahun ini. Kalau Beacukai belum bisa berbenah, bubar. Enam belas ribu Pegawainya akan dipecat!

Sekarang, Oknum Petinggi Kejaksaan juga dilibas oleh Polisi. Alhamdulillah.

Kalau tidak ada semangat pemberantasan Korupsi dari Pak Prabowo, ngga mungkin sekarang Beacukai dan Dirjen Pajak bebas “disapu” KPK, Polisi dan Kejaksaan.

Kalau tanpa restu dan ijin Pak Presiden Prabowo, tidak mungkin “proyek” bersih-bersih di tubuh Polisi dan Kejaksaan bisa terjadi.

Kita boleh menganggap Polisi, Jaksa, bahkan Hakim di Negeri kita brengsek. Tapi jangan lupa, Polri, Kejagung, dan KPK adalah Institusi. Apalagi Mahkamah Agung adalah Lembaga Negara.

Namanya Institusi isinya banyak orang. Banyak oknum brengsek, tapi pasti masih tersisa orang baik.

Selama Presiden sebagai Kepala Negara pro pemberantasan Korupsi, masih ada harapan untuk perbaikan Negeri.

Pasti akan terjadi riak-riak bahkan kericuhan seperti sekarang. Akan ada perlawanan. Karena sudah puluhan tahun saling melindungi. Tiba-tiba sekarang disuruh saling menyapu dan saling membersihkan. Kedepan bisa malah akan ada bentrokan.

Justru berbahaya, selama puluhan tahun kita sudah tahu sama tahu bobroknya Penegakan Hukum di Negeri ini, tapi semua adem dan tenang.

Percayalah, kalau Presiden Prabowo tidak pro pemberantasan Korupsi, petinggi-petinggi Polri dan Kejaksaan Agung tidak akan bisa disentuh.
Dirjen Pajak dan Beacukai tidak akan bisa disentuh.

Sekarang semua bisa dibersihkan. Ketua BGN, Wamen, Petinggi Beacukai, Petinggi Kepolisan, Kejaksaan. Semua bisa ditangkap dan diproses hukum.

Mari kita dukung dan support Presiden Prabowo untuk bersih-bersih Indonesia.

Gaya “bersih-bersih” Pak Prabowo kelihatan lebih santai dan lunak. Mungkin beliau tidak mau ada gejolak. Saya yakin rasa khawatir terbesar beliau takut NKRI terpecah.

Jadi kalau mau yang keras dan tegas, misalnya Koruptor jadi umpan dan menu makanan di Taman Buaya Asam Kumbang- Medan, pilih saya jadi Presidennya.

Saya sikat tuntas semua. Koruptor. Termasuk Penyogok dan yang disogok. Tapi artinya akan banyak Kantor Pemerintahan. Kantor Dewan. Kantor Polisi. Kantor Kejaksaan. Jadi Kosong-melompong.

Hukum dan aturan akan saya tegakkan tanpa pandang bulu. Melanggar lampu merah, kenderaan saya sita dan buang ke sungai. Parkir sembarangan, kendaraannya saya kubur. Buang sampah sembarangan, yang buang sekalian saya jadikan pupuk cosmos.

Tapi NKRI kemungkinan langsung bubar, ha..ha..ha…

Editor:John Panjaitan/WP

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *