
Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi pengurus Majelis Taklim Ikhwanatul Jannah Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (7/7/2026).
Menurut Rico Waas, keberadaan majelis taklim tidak cukup hanya aktif menggelar kegiatan seremonial atau acara besar yang berlangsung setahun sekali. Ia menilai, kegiatan kecil yang rutin dan memberikan manfaat langsung justru akan menghadirkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

“Majelis taklim harus memiliki program kerja yang jelas. Tidak harus membuat acara besar. Pelatihan hidroponik, menjahit, atau keterampilan lainnya yang dilaksanakan secara rutin di tengah masyarakat justru jauh lebih bermanfaat,” ujarnya dalam pertemuan yang turut diikuti Kaban Kesbangpol Andy Mario Siregar dan Kabag Kesra Agus Maryono itu.
“Silakan manfaatkan aula kelurahan atau kecamatan. Kesra akan membantu berkoordinasi. Selama kegiatan itu memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak merugikan siapa pun, tentu akan kami dukung,” ujarnya.
Pemberdayaan ekonomi, Rico Waas juga mengajak majelis taklim mengambil peran dalam menyukseskan berbagai program kesehatan masyarakat. Menurutnya, peran para ibu sangat strategis untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya imunisasi serta mendorong pemberian ASI eksklusif kepada bayi.
“Banyak masyarakat yang masih takut imunisasi. Begitu juga masih ada ibu yang menyerah memberikan ASI, bahkan ada yang menggantinya dengan susu kental manis. Hal-hal seperti ini perlu diedukasi bersama karena menyangkut masa depan anak-anak kita,” ucapnya.
Rico Waas juga menyarankan agar setiap majelis taklim memiliki karakter dan fokus program yang menjadi ciri khas organisasi. Dengan begitu, keberadaannya akan lebih mudah dikenali dan memiliki kontribusi yang jelas bagi masyarakat.
Ia turut mendorong pengurus menyusun rencana kerja secara matang setiap memasuki hari jadi organisasi. Menurutnya, rapat kerja sederhana yang menghasilkan program nyata akan lebih penting dibanding sekadar merayakan milad.
“Di hari ulang tahun, buatlah rencana kerja. Walaupun rapatnya sederhana, hasilkan program yang benar-benar akan dikerjakan sehingga organisasi berjalan dengan arah yang jelas,” pesannya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, Rico Waas juga menawarkan bantuan bibit ikan lele bagi majelis taklim yang memiliki lahan untuk budidaya. Selain bantuan bibit, Pemko Medan juga akan memberikan pendampingan dan penyuluhan agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.
Sebelumnya, Ketua Majelis Taklim Ikhwanatul Jannah Kota Medan, Nursafniaty, menyampaikan rencana pelaksanaan milad pertama organisasi sekaligus pengukuhan kepengurusan pada bulan ini yang diharapkan dapat dihadiri Wali Kota Medan.

















