WARTAPAPER.COM-Pemuridan adalah inti dari hidup kekristenan. Menjadi murid berarti menjadi orang yang mau belajar. Artinya mengikuti Yesus, dan meneladan cara hidup-Nya.
Yesus mengatakan bahwa mengikut Dia dimulai dari menyangkal diri. Menyangkal diri berarti kita memilih untuk menempatkan kehendak Yesus di atas kehendak kita. Ini berarti kita harus menyadari bahwa kita tidak memiliki semua jawaban, atau mengetahui cara yang benar dalam menjalani hidup.
Pemuridan bukanlah sesuatu yang kita lakukan sekali atau dua kali. Ini adalah gaya hidup yang harus kita jalani setiap hari. Kita akan menghabiskan sisa hidup kita untuk menjadi semakin menyerupai Yesus.
Cara hidup yang Yesus tunjukkan adalah dengan menderita di kayu salib. Saat kita menyangkal diri, kita memilih mengikuti Yesus dengan kerendahan hati. Dan ketika kita semakin menyerupai Yesus, kita juga perlu memikul salib kita. Kita juga akan menderita karena melakukan kebenaran, dan karena menyangkali apa yang tampaknya menarik sesaat, tetapi menjauhkan kita dari Allah. Tetapi saat kita menanggung penderitaan, kita mencerminkan Kristus bagi orang di sekitar kita.
Paradoks dalam mengikut Yesus adalah bahwa saat kita kehilangan hidup demi nama-Nya, kita akan beroleh hidup kekal sebagai gantinya. Jika kita mempertahankan hidup kita dan menjauh dari Yesus, kita tidak akan mengalami kelimpahan hidup yang dijanjikan-Nya.
Renungkan sejenak bagaimana Anda menjalani hidup pemuridan saat ini. Apakah menyangkal diri dan hidup demi Kristus, atau mementingkan kesenangan dan keuntungan pribadi. Setialah mengikuti Yesus meskipun menghadapi kesulitan. Mintalah kekuatan dan ketabahan saat Anda mengikuti Yesus.
Editor: John Panjaitan/WP


















