banner 728x250

Renungan Pagi ,Tema besar: Anda telah bebas

banner 120x600
banner 468x60

 

WARTAPAPER.COM-Jika Anda pernah berutang (atau kenal seseorang yang punya utang), Anda tahu akibatnya pada orang tersebut. Saat Anda berutang, uang, waktu, atau sumber dayamu bukan lagi milikmu sendiri–mereka akan terus-menerus diambil dari Anda, dan sering disertai dengan bunga.

banner 325x300

Tak seorangpun mau diperbudak oleh si pemberi pinjaman, namun–setiap kita memiliki utang yang tak kan pernah mampu kita bayar.

Kata “dosa” dalam bahasa Yunani kuno berarti “meleset dari sasaran”. Awalnya digunakan untuk menggambarkan pemanah yang panahnya tidak mengena target di tengah. Dalam panahan, tidak peduli apakah panahmu dekat atau jauh dari sasaran. Jika tidak mengena sasaran tepat di tengah, Anda kalah.

Dalam Alkitab, “sasaran” adalah standar yang Tuhan minta kita tuju–tapi kita semua meleset. Kita meleset saat kita memilih keegoisan daripada kerendahan hati, dan amarah daripada lemah-lembut. Kita meleset saat kita berbohong, menipu, mencuri, mencela, mengeluh, dan bergosip. Kita meleset saat kita merendahkan orang lain, dan tidak patuh pada perintah Tuhan untuk mengasihi orang lain. Dosa menghalangi kita untuk menjadi sosok seperti yang Tuhan ciptakan.

Tapi kabar baiknya adalah: Yesus menyelamatkan setiap kita dengan mengorbankan diri-Nya menebus dosa kita. Kita tidak akan mampu menebus utang akibat dosa meski kita hidup jutaan kali, tapi Dia membebaskan kita seketika.

Dan karena Dia telah membayar lunas utang kita, Dia mau agar kita hidup sebagai orang merdeka.

Saat kita mengejar segala sesuatu yang memisahkan kita dari Roh Allah–apakah melalui legalisme atau keputusan yang sembrono–kita bertindak seolah Yesus belum membebaskan kita. Tapi saat kita memilih untuk mengasihi sesama seperti Yesus mengasihi kita, ini menunjukkan bahwa kita menghargai pengorbanan Yesus dan mau mengalami kebebasan yang telah Dia tebus bagi kita.

Jadi bagaimana kita hidup bebas?

Kita mengakui apa yang Yesus lakukan cukup bagi kita, dan berkomitmen untuk mengasihi Dia.

Saat kasih kita kepada Tuhan bertumbuh, Roh-Nya membantu kita mengasihi orang lain tanpa syarat. Daripada menyimpan dendam, Roh Kudus membantu kita mengampuni. Daripada melukai orang lain, Roh Kudus membantu kita menyemangati seseorang. Daripada memperalat orang lain, Roh Kudus mengilhami kita melayani dengan rendah hati.

Semakin kita mengasihi, semakin kita mengalami kebebasan–dan karena kasih-Nya, tidak ada yang dapat mengambil kebebasan kita.

Editor: Red/WP

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *