banner 728x250

Renungan Pagi “Seorang gemar Sebut orang lain bodoh, Hampir setiap hari lisannya dipenuhi ejekan, seolah dirinya standar kecerdasan

banner 120x600
banner 468x60

WARTAPAPER.COM-Ada seseorang yang gemar menyebut orang lain bodoh. Hampir setiap hari lisannya dipenuhi ejekan, seolah dirinya adalah standar kecerdasan.

sebuah kesimpulan harus lahir dari premis yang benar dan argumentasi yang valid.

banner 325x300

Premis pertama: Orang cerdas mampu membangun argumen dengan data dan logika.
Premis kedua: Orang yang kehabisan argumen biasanya beralih pada hinaan personal.

Kesimpulan logisnya:

Jika seseorang lebih banyak menghina daripada berargumen, maka besar kemungkinan yang lemah bukan lawannya, melainkan kapasitas berpikirnya sendiri.

Sebab akal yang terlatih akan membantah dengan analisis.
Sedangkan ego yang dangkal akan menyerang dengan cacian.

Ironisnya, orang yang paling sering berteriak “bodoh!” kadang justru sedang memproyeksikan kekosongan isi kepalanya sendiri

Klaim tanpa dalil adalah lemah.
Hinaan tanpa argumentasi lebih lemah lagi.

Maka ketika seseorang hanya mampu berkata,
“Goblog!”
“Bodoh!”
“Omon-omon!”

Tanpa data, tanpa nalar, tanpa bukti—

yang terlihat jelas bukan kebodohan orang yang dihina.

Melainkan keterbatasan akal orang yang menghina.

Editor:Red/WP

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *