JAKARTA|WARTAPAPER.COM-
Terbongkar sudah polemik di balik program Makan Bergizi Gratis dari Badan Gizi Nasional setelah proyek ini dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Begitu program nasional ini dijeda, harga berbagai bahan pangan pokok di berbagai daerah di Indonesia terpantau langsung terjun bebas. Di jagat media sosial bahkan sedang viral kesaksian para ibu rumah tangga yang mengaku sangat girang karena beban belanja harian mereka mendadak berkurang drastis belakangan ini.
Fenomena ini mencuat setelah banyak netizen membagikan bukti nyata di lapangan bahwa harga telur ayam kini bisa kembali menyentuh angka 21 ribu rupiah per kilogram. Tidak hanya itu, harga daging ayam yang saat program berjalan sempat meroket parah hingga menyentuh 40 ribu rupiah, kini ikut jatuh ke kisaran 23 ribu sampai 28 ribu rupiah saja per kilogram. Hal ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa melimpahnya pasokan di pasar terjadi akibat tidak adanya penyerapan massal untuk dapur umum pemerintah.
Anjloknya harga pangan ini jelas menjadi indikator kuat kalau tata kelola dan skema pasokan program selama ini memang bermasalah. Sistem penyerapan ugal-ugalan kemarin terbukti malah menciptakan kelangkaan semu di pasar umum, yang pada akhirnya mencekik isi dompet masyarakat luas demi membiayai satu proyek nasional. Kenaikan harga yang sempat terjadi kemarin bukanlah hal wajar, melainkan dampak dari ekosistem program yang belum matang dan mengorbankan daya beli konsumen biasa.
Jika sistemnya belum siap dan justru merusak kestabilan harga pasar seperti ini, pemerintah harus segera melakukan evaluasi total. Jangan sampai program yang niat awalnya memberikan gizi gratis kepada anak sekolah, malah berujung menjadi beban berat yang memaksa rakyat kecil menebus kebutuhan isi dapur mereka dengan harga yang sangat mahal.
Editor:John Panjaitan/WP


















