WARTAPAPER.COM-Mungkin ada impian yang Anda pegang erat, atau janji yang diberikan kepada Anda. Mungkin Anda menunggu seseorang atau situasi untuk berubah. Mungkin Anda menantikan jawaban doa, harapan yang akan datang, sukacita untuk menggantikan dukacita, atau kepastian dan harapan untuk menggantikan kebingungan dan kekacauan.
Tatkala berada di tengah-tengah rasa sakit, kehilangan, dan penderitaan, terkadang sulit untuk menantikan Dia yang telah berjanji kepada kita dengan sabar.
Yesaya adalah nabi bagi para pemimpin Yehuda di masa korupsi dan kebobrokan rohani. Dia meramalkan bangsanya akan dibawa ke pembuangan karena mereka percaya kepada berhala, pemimpin politik, dan hal-hal fana lainnya.
Tapi Yesaya juga mengingatkan orang-orang bahwa Tuhan itu Maha Kuasa, Tuhan akan membawa mereka keluar dari pembuangan, dan pada suatu hari Tuhan akan mengirimkan Sang Juru Selamat yang akan menyelamatkan mereka selamanya.
Yesaya tidak dapat melihat semua nubuatan ini digenapi–tapi dia terus berpegang pada pengharapan yang dia nubuatkan, dan perkataannya kepada bangsa Israel dapat terus menguatkan kita hari ini.
Percayalah kepada Tuhan bahkan saat keadaan tidak masuk akal.
Percayalah kepada Tuhan bahkan saat Anda menderita.
Percayalah kepada Tuhan bahkan saat hati Anda hancur.
Apa pun yang terjadi, percayalah kepada Tuhan.
Musim mungkin berganti, situasi mungkin berubah, orang-orang mungkin mengabaikan, meninggalkan, atau mengkhianati Anda–tapi Dia yang tetap ada sepanjang zaman adalah Tuhan yang melampaui sejarah. Tuhan tidak berubah dan tidak tergoyahkan. Tidak ada satu pun yang dapat bertahan melawan-Nya atau mengalahkan-Nya.
Dia tahu bagaimana rasanya menderita sebab Dia telah menderita bagi kita. Dan kita bisa memercayai Tuhan karena Dia menepati janji-Nya–dan Dia telah berjanji untuk berperang bagi kita, tidak pernah meninggalkan kita, membuka jalan bagi kita, mengasihi kita, melindungi kita, dan tetap setia kepada kita.
Karena Tuhan adalah Penyelamat kita, kita bisa percaya kepada-Nya dan tak perlu takut.
Jadi apa pun yang terjadi, mari kita memilih untuk tetap percaya kepada-Nya.
Editor:Red/WP


















