
Kedua orang tersebut kemudian diserahkan ke Direktorat Reskrimum Polda Sumut untuk menjalani proses penyidikan. Kepolisian masih mengembangkan kasus itu untuk memburu jaringan narkoba dan pelaku penganiayaan lainnya.Sedangkan 4 orang lainnya, sambung Ferry, dilakukan rehabilitasi karena urinenya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.
“Hasil tes urine membuktikan 4 orang lainnya positif narkoba, sehingga mereka direhabilitasi,” kata Kombes Ferry Walintukan.Sebelumnya, pihak Kelurahan Hamdan menyebutkan, terkait pelemparan dan perlawanan yang terjadi saat polisi melakukan penangkapan narkoba di Jalan Multatuli itu, sejumlah warga diamankan.

“Ada terduga pengedar narkoba di wilayah kami, di lingkungan 4. Tapi, ada penolakan warga mengakibatkan bentrok dengan kepolisian,” sebutnya, Jumat (29/5/2026).Menurut dia, warga yang diamankan pihak kepolisian karena diduga melakukan pelemparan atau kerusuhan saat proses penangkapan. Sedangkan terduga pengedar narkoba berhasil meloloskan diri.
Dari kejadian itu, lanjut Andi, pihaknya kemudian melakukan penindakan terhadap yang menyerang polisi.”Dari hasil pemeriksaan urine terhadap keenamnya, semua positif narkoba,” ungkapnya.
Dia menegaskan, terduga pengedar narkoba yang identitasnya sudah diketahui, sampai saat ini masih dalam pengejaran.”Kami minta yang bersangkutan menyerahkan diri menjalani tanggung jawab hukum,” ungkapnya.
Dia mengimbau masyarakat agar tidak lagi melakukan perlawanan terhadap upaya pemberantasan narkoba.”Makanya, setiap warga yang melawan petugas kami lakukan tindakan hukum,” tegasnya.
Sebelumnya, sebuah video merekam aksi nekat warga melempari polisi saat melakukan penangkapan terduga pelaku narkoba di Jalan Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, beredar luas di masyarakat.Dalam rekaman video yang dilihat Jumat (29/5/2026) dan kini viral itu, sejumlah personel kepolisian berpakaian preman sedang menangkap terduga pelaku narkoba di gang sempit. Di lokasi terekam dua unit sepeda motor diduga milik personel kepolisian.
“Woi, udah, udah, hancur rumah ku,” teriak warga dalam video itu. (John Panjaitan/WP)

















