Keenam pelaku ditangkap dalam waktu kurang dari 20 jam setelah peristiwa bentrok antar geng motor yang terjadi di kawasan Patumbak, Kabupaten Delserdang. Polisi menyebut para pelaku merupakan anggota geng motor SL, SKM, dan Towaga.
Selain menangkap enam pelaku, polisi juga masih memburu sejumlah pimpinan geng motor yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Identitas para pimpinan geng disebut telah dikantongi penyidik.
“Petugas berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kasus ini berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 20 jam,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adryan Riski Lubis saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Selasa (23/6/2026).
Referensi Geografis
Pada kesempatan itu, Adryan didampingi Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora, Kasi Humas AKP N. Gultom, dan Kanit Pidum Iptu Hafizullah.
Enam pelaku yang telah diamankan masing-masing berinisial MOHH (17), RY (19), FT (17), RDS (18), GR (21), dan IL (17).
Menurut Adryan, bentrokan berdarah itu berawal ketika geng motor SL yang berafiliasi dengan SKM dan Towaga berencana melakukan penyerangan terhadap geng motor NKB.
Kelompok gabungan dari tiga geng motor tersebut kemudian mendatangi kelompok NKB di kawasan Jalan Setia, Patumbak I.
Polisi menyebut jumlah massa dari kedua kelompok tidak seimbang. Kelompok SL, SKM, dan Towaga datang dengan sekitar 200 orang menggunakan sekitar 100 sepeda motor serta dua mobil. Sementara itu, kelompok NKB hanya berjumlah sekitar 60 orang.
Akibat kalah jumlah, kelompok NKB mundur dari lokasi. Namun, korban MN diduga terpisah dari rombongannya dan kemudian menjadi sasaran pengeroyokan.
“Korban dikeroyok menggunakan senjata tajam, kayu, dan panah,” tegas Alumni Akpol Tahun 2008 ini.
Tidak hanya itu, berdasarkan hasil penyelidikan, korban yang telah terkapar juga diduga diseret ke dalam parit oleh para pelaku.
Sementara itu, Kanit Pidum Polrestabes Medan Iptu Hafizullah mengatakan pihaknya masih mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk para pimpinan geng motor yang diduga mengorganisasi aksi tersebut.
“Untuk ketua-ketua geng motor identitasnya sudah kami kantongi dan masih terus kami dalami. Mudah-mudahan dalam waktu singkat dapat kami ungkap. Untuk keterkaitan dengan organisasi kemasyarakatan, sementara ini belum ditemukan,” terang Hafizullah.
Polisi saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut.(John Panjaitan/WP)