“Isi surat saya kepada Bapak Presiden Prabowo yang ada di Istana Negara bahwa saya menolak program makan bergizi gratis untuk diri saya sendiri,” ungkap Rafif.
Surat terbuka tersebut sebelumnya diunggah Rafif melalui akun Instagram pada 6 April 2026. Dalam surat itu, ia menyampaikan pendapat bahwa dana MBG yang menjadi haknya dapat dialihkan untuk mendukung kesejahteraan tenaga pendidik.
“Harapan saya anggaran itu dialokasikan untuk guru-guru honorer,” ujarnya
Rafif menegaskan penolakannya hanya berlaku untuk dirinya sendiri dan tidak bermaksud mengajak siswa lain melakukan hal yang sama.
Namun, setelah menyampaikan sikap tersebut, Rafif mengaku menerima banyak pesan bernada ancaman dari seseorang yang disebutnya sebagai pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan
“Dalam berpendapat itu ada yang suka dan ada yang tidak. Saya menghargai orang yang tidak suka,” imbuh Rafif.
Rafif menyebut dari pihak pemerintah, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan setelah dirinya menerima ancaman secara virtual.
Sementara dalam sidang di Mahkamah Konstitusi, Rafif hanya dapat menyampaikan pernyataan secara tertulis karena usianya masih di bawah 18 tahun.


















