banner 728x250

Seperti Jamur,Tempat Hiburan di Kisaran Marak Tumbuh Bak Jamur di Musim Hujan

banner 120x600
banner 468x60
KISARAN|WARTAPAPER.COM- Tempat hiburan malam (THM) perijinannya diduga tidak jelas banyak tumbuh di kota Kisaran, namun sikap Pemerintah Kabupaten Asahan terkesan tutup mata. Demikian informasi diterima redaksi pada Jum’at (12/06/2026).

Kelin  (43 THN) warga Kisaran Asahan dalam penuturan kepada Penasumut.id  saat perbincangan di salah satu tempat di kota ini menuturkan saat ini banyak tumbuh tempat hiburan malam yang sangat menggangu ketentraman warga kota Kisaran dan masyarakat Asahan pada umumnya.

banner 325x300

“Banyaknya THM muncul di kota ini kalau bisa kami katakan karena Lemahnya tindakan Pemerintah Kabupaten Asahan, yang tidak berani mengambil sikap tegas. Banyak bermunculan THM ini yang kami ketahui hanya terdapat beberapa THM  memiliki ijin sesuai dengan peruntukannya, yang lainnya wallahualam ijinnya,” ucapnya

Kelin  menyatakan diantara  memiliki ijin resmi sesuai peruntukan hanya “Cafe dan Resto serta Karaoke Three”, “Vegas’, sementara  diduga tidak memiliki perijinan  sesuai diantaranya King yang berada di Jalan PB Sudirman  hanya mengantongi ijin untuk UMKM namun ditempat itu mekakukan penjualan minuman keras seperti arak dan lain sebagainya.

Muntok yang berada di Pasar Lama Kisaran tepatnya di pinggir Sungai Sei Silau memperdagangkan aneka minuman keras, Seven yang berlokasi di Jalinsum Kisaran tepatnya dekat dengan Hotel Nusa Indah , di dalam area Komplek Graha Indah dan bahkan dalam Komplek Graha Indah tersebut THM berkedok salon kecantikan.

“Semua THM  sudah dipastikan selain menyediakan minuman keras tidak lah mungkin tidak beredar narkotika paling tidak banyak beredar pil ekstasi dan vlape yang berisi narkotika,” katanya. Kelana juga mengakui razia yang digelar penegak Perda Asahan dalam hal ini Sat.Pol PP sudah sering dilakukan secara gabungan, namun hasil hanya ditangkap dan berujung dilepas para pengunjung THM tersebut, namun bagi pengelola dan pengusahanya  tetap tidak diapa-apain dan mungkin mereka sudah bermain mata dengan pengusaha tersebut.

“Seharusnya Bupati Asahan Taufik ZA Siregar dan wakilnya Rianto merasa sedikit malulah terlebih visa Asahan yang konon katanya Religius dan Berkarakter, namun nyatanya hanya omong kosong,” pungkas nya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *