banner 728x250

Pelajar SMK Serukan Anak Muda Jangan Hanya Jadi Konsumen, tapi Pencipta Peluang

banner 120x600
banner 468x60
PACITAN|WARTAPAPER.COM-Generasi muda tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi dan konsumen pasif, melainkan harus berani tampil sebagai pelaku ekonomi yang menciptakan peluang. Seruan itu menggema dari panggung Lomba Pidato AHY Muda.
Pesan tersebut disampaikan Nanda Marta Wilutama, siswa kelas XII Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 1 Pacitan. Dalam pidatonya yang bertema “Ekonomi Rakyat dan Peluang Generasi Muda”, Nanda mengajak publik melihat kembali fondasi ekonomi Indonesia.
Menurutnya, ekonomi rakyat tidak hanya ditopang oleh perusahaan besar, tetapi justru tumbuh dari pelaku di akar rumput: warung kecil, pedagang pasar, petani, pengrajin, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Ekonomi Indonesia juga tumbuh dari warung kecil, pedagang pasar, petani, pengrajin, dan jumlah pelaku UMKM,” ujar Nanda.
Ia menyoroti digitalisasi sebagai kekuatan baru ekonomi rakyat. Contoh paling nyata adalah adopsi QRIS oleh UMKM, yang membuktikan teknologi mampu membantu usaha kecil beradaptasi dan naik kelas dari sistem pembayaran tunai ke digital.
“Inilah bukti bahwa teknologi dapat menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” katanya.
Namun, Nanda mempertanyakan posisi anak muda di tengah arus digitalisasi tersebut.
“Apakah kita hanya menjadi pengguna teknologi? Tentu tidak. Kita harus menjadi pelaku ekonomi,” tegasnya.
Bagi Nanda, anak muda memiliki modal besar berupa kreativitas dan kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi. Modal itu bisa dikonversi menjadi peran nyata, seperti membantu UMKM membuat desain kemasan yang menarik, mengelola promosi digital, hingga membangun usaha rintisan berbasis keterampilan yang dimiliki.
Menjadi pelaku ekonomi, lanjutnya, tidak cukup hanya bermodal ide. Dibutuhkan keberanian untuk mencoba, kemampuan mengelola keuangan, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar.
“Jangan pernah berpikir, saya masih muda, saya belum bisa melakukan apa-apa. Justru karena kita masih muda, kita memiliki kesempatan untuk belajar, mencoba dan menciptakan perubahan,” ujarnya.
Nanda mengajak generasi muda mengubah pola pikir dari menunggu peluang menjadi menciptakan peluang.
“Jangan hanya menjadi konsumen, jadilah kreator. Jangan hanya mencari peluang, ciptakanlah peluang. Dan jangan menunggu masa depan datang, mari kita membangun masa depan dari sekarang,” serunya.
Ia menegaskan, ketika masyarakat berdaya, ekonomi rakyat akan semakin kuat. Dan Indonesia akan semakin maju ketika generasi mudanya mau berkarya dan mengambil peran dalam perekonomian.
“Ekonomi rakyat adalah kekuatan bangsa. Dan generasi muda adalah energi perubahannya,” tutur Nanda.
“Karena kita bukan sekadar penerus bangsa, kita adalah pencipta masa depan,” pungkasnya.
Melalui Lomba Pidato AHY Muda, Partai Demokrat membuka ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan kritis tentang masa depan Indonesia. Ajang ini menjadi bukti bahwa anak muda tidak hanya diposisikan sebagai penerus, tetapi sebagai pencipta peluang dan pilar penting penggerak ekonomi bangsa.
(Redaksi/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *