Hasil kerja terpadu personel Pangkalan Sandar Penuguan Ditpolairud Polda Sumsel bersama Basarnas Palembang, Polsek Pulau Rimau, Babinsa Teluk Betung, BPBD Kabupaten Banyuasin, personel TNI AL, pemerintah setempat, masyarakat, serta keluarga korban yang sejak awal bahu-membahu melakukan pencarian di sepanjang perairan lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, korban diduga meninggal dunia akibat serangan buaya. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pendalaman melalui pengumpulan keterangan saksi dan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Hingga saat ini, tidak ditemukan indikasi adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan tingginya risiko aktivitas di kawasan perairan yang merupakan habitat satwa liar. Polda Sumsel terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan upaya mitigasi, edukasi, serta patroli di wilayah-wilayah yang memiliki potensi ancaman terhadap keselamatan masyarakat.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Polda Sumsel bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan telah berupaya maksimal dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan perairan yang diketahui menjadi habitat satwa liar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ungkap Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.


















