banner 728x250

Kasrem 121/Abw Sambut Kunjungan Menhan RI ke Yonif TP 926/Pangalangok Libau

banner 120x600
banner 468x60

 

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Yonif TP 926/Pangalangok Libau di Bengkayang

banner 325x300

BENGKAYANG|KALIMANTAN BARAT|WARTAPAPER.COM-Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (8/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menhan RI meninjau Yonif TP 926/Pangalangok Libau sekaligus memberikan pengarahan kepada prajurit mengenai pentingnya disiplin, profesionalisme, dan hubungan harmonis antara TNI dengan masyarakat.

Kedatangan Menhan RI bersama rombongan disambut oleh Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, S.I.P. bersama sejumlah pejabat TNI di wilayah Kalimantan Barat.

Kunjungan ke Yonif TP 926/Pangalangok Libau tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kementerian Pertahanan untuk melihat secara langsung kesiapan satuan teritorial serta pembinaan prajurit yang menjalankan tugas di wilayah perbatasan dan daerah penugasan.

Menhan Tekankan Kedekatan Prajurit dengan Masyarakat

Dalam arahannya di hadapan prajurit, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan bahwa keberadaan TNI tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat.

Prajurit yang bertugas di tengah masyarakat diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Menurutnya, kedekatan antara prajurit dan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas pembinaan teritorial.

Sikap ramah, kepedulian, serta kesediaan membantu masyarakat menjadi modal penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis.

“TNI lahir dari rakyat, karena itu harus senantiasa menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat, bersikap ramah dan membantu dalam setiap tugas pembinaan teritorial,” tegas Sjafrie Sjamsoeddin.

Pesan tersebut menjadi penekanan agar prajurit tidak hanya memahami tugas dari sisi pertahanan dan keamanan, tetapi juga mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat.

Disiplin dan Sapta Marga Jadi Pedoman Prajurit

Selain hubungan dengan masyarakat, Menhan RI juga menyoroti pentingnya disiplin dan jati diri prajurit TNI.

Menurutnya, disiplin merupakan fondasi utama dalam menjalankan setiap tugas, baik dalam kondisi normal maupun ketika menghadapi situasi yang membutuhkan kesiapsiagaan tinggi.

Prajurit juga diminta terus berpegang teguh pada nilai-nilai Sapta Marga serta menjaga kehormatan pribadi dan nama baik satuan.

“Disiplin adalah kunci utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Prajurit harus siap bertempur menghadapi segala ancaman negara, dan semuanya berawal dari kedisiplinan yang tinggi,” ujarnya.

Penekanan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kesiapan operasional satuan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh mental, disiplin, loyalitas, dan integritas setiap prajurit.

Perkuat Sinergi TNI dan Polri

Dalam kesempatan yang sama, Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya menjaga sinergi antara TNI dan Polri dalam menjalankan tugas menjaga stabilitas keamanan nasional.

Soliditas antaraparat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Karena itu, setiap prajurit diminta mampu mengendalikan diri dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan konflik, baik secara internal maupun antar-satuan.

Menhan RI juga mengingatkan agar semangat jiwa korsa ditempatkan secara tepat.

Solidaritas sesama prajurit harus diarahkan untuk memperkuat persatuan dan profesionalisme, bukan menjadi alasan untuk menunjukkan sikap arogansi.

“Jiwa korsa harus dijaga dan dimaknai untuk memperkuat solidaritas, bukan untuk menonjolkan arogansi atau merusak keharmonisan,” tegas Sjafrie Sjamsoeddin.

Tinjau Kesiapan Satuan di Bengkayang

Kunjungan Menhan RI ke Yonif TP 926/Pangalangok Libau juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap kesiapan satuan TNI yang berada di daerah.

Kehadiran pejabat Kementerian Pertahanan dan jajaran TNI dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan personel serta kemampuan satuan dalam menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya.

Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, prajurit dituntut memiliki kemampuan profesional sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan, pejabat utama Kodam XII/Tpr, Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, S.I.P., serta Dandim 1209/Bengkayang.

Kehadiran para pejabat tersebut turut memperkuat pesan mengenai pentingnya kesiapan satuan, pembinaan personel, serta sinergi antarlembaga dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan dan keamanan di wilayah Kalimantan Barat.

Melalui kunjungan ini, prajurit Yonif TP 926/Pangalangok Libau diharapkan semakin memahami tanggung jawab yang diemban, menjaga profesionalisme, serta terus membangun hubungan positif dengan masyarakat sebagai bagian dari pengabdian TNI kepada bangsa dan negara.

(Redaksi/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *