SUMATERA UTARA-DELI SERDANG|WARTAPAPER.COM- Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan meminta edukasi kebencanaan diperluas hingga ke seluruh wilayah dan lapisan masyarakat guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, termasuk gempa bumi.
Asri Ludin menegaskan, pengetahuan yang diperoleh peserta pelatihan tidak boleh berhenti di ruang kegiatan, tetapi harus diteruskan kepada masyarakat melalui pelatihan internal (in-house training) maupun sosialisasi di lingkungan kerja dan tempat tinggal.
“Jangan sampai pengetahuan tentang bencana hanya dimiliki oleh peserta yang hadir hari ini. Materi yang diperoleh harus diteruskan agar masyarakat mengetahui langkah yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi,” katanya.
Ia mengatakan, pengalaman menghadapi bencana yang melanda Deli Serdang pada akhir 2025 menjadi pengingat pentingnya memperkuat mitigasi serta sistem peringatan dini.
Dalam upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang telah menerima perangkat deteksi dini yang disebut WRC serta menyinkronkan sistem peringatan dini (early warning system/EWS) bersama BMKG untuk mendukung penanggulangan banjir.
Bupati juga meminta penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan perangkat daerah terkait agar materi edukasi kebencanaan dapat disebarluaskan secara lebih efektif hingga ke berbagai wilayah di Kabupaten Deli Serdang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan yang diwakili Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Hendro Nugroho mengatakan, Sekolah Lapang Gempabumi 2026 bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi.
“Kolaborasi dan kesiapsiagaan bersama dalam mengurangi risiko bencana gempa bumi sangat penting sebagai bagian mitigasi sehingga risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan warga semakin terlindungi,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan anggota Komisi V DPR RI, jajaran pimpinan BMKG, Kepala BPBD Deli Serdang, para kepala unit pelaksana teknis BMKG dari berbagai wilayah, peserta Sekolah Lapang Gempabumi, serta undangan lainnya


















