banner 728x250

Bupati Deli Serdang Minta Edukasi Kebencanaan Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

SUMATERA UTARA-DELI SERDANG|WARTAPAPER.COM- Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan meminta edukasi kebencanaan diperluas hingga ke seluruh wilayah dan lapisan masyarakat guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, termasuk gempa bumi.

banner 325x300
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) 2026 yang diselenggarakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kabupaten Deli Serdang, Selasa (13/10/2026).

Asri Ludin menegaskan, pengetahuan yang diperoleh peserta pelatihan tidak boleh berhenti di ruang kegiatan, tetapi harus diteruskan kepada masyarakat melalui pelatihan internal (in-house training) maupun sosialisasi di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

“Jangan sampai pengetahuan tentang bencana hanya dimiliki oleh peserta yang hadir hari ini. Materi yang diperoleh harus diteruskan agar masyarakat mengetahui langkah yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi,” katanya.

Menurut dia, kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana. Pembangunan daerah, lanjutnya, tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Ia mengatakan, pengalaman menghadapi bencana yang melanda Deli Serdang pada akhir 2025 menjadi pengingat pentingnya memperkuat mitigasi serta sistem peringatan dini.

Dalam upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang telah menerima perangkat deteksi dini yang disebut WRC serta menyinkronkan sistem peringatan dini (early warning system/EWS) bersama BMKG untuk mendukung penanggulangan banjir.

“Kemarin kami mendapatkan alat deteksi dini WRC, kemudian bersama BMKG juga telah menyinkronkan alat early warning system (EWS) yang dimiliki Pemkab dalam penanggulangan banjir. Alat ini sangat penting sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak bencana dan mencegah jatuhnya korban jiwa,” ujarnya.

Bupati juga meminta penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan perangkat daerah terkait agar materi edukasi kebencanaan dapat disebarluaskan secara lebih efektif hingga ke berbagai wilayah di Kabupaten Deli Serdang.

Dengan keterlibatan berbagai unsur tersebut, pengetahuan mengenai mitigasi, langkah penyelamatan diri, dan respons ketika bencana terjadi diharapkan tidak hanya dipahami oleh petugas, tetapi juga menjadi bekal bagi masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan yang diwakili Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Hendro Nugroho mengatakan, Sekolah Lapang Gempabumi 2026 bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi.

Menurut Hendro, kegiatan tersebut juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama di Sumatera Utara yang memiliki aktivitas seismik cukup tinggi.

“Kolaborasi dan kesiapsiagaan bersama dalam mengurangi risiko bencana gempa bumi sangat penting sebagai bagian mitigasi sehingga risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan warga semakin terlindungi,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan anggota Komisi V DPR RI, jajaran pimpinan BMKG, Kepala BPBD Deli Serdang, para kepala unit pelaksana teknis BMKG dari berbagai wilayah, peserta Sekolah Lapang Gempabumi, serta undangan lainnya

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama BMKG mendorong penguatan edukasi dan koordinasi lintas sektor agar kesiapsiagaan menghadapi bencana semakin meluas dan upaya perlindungan masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal.
(Diskom/Redaksi/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *