Di kawasan Stadion Samura, personel kepolisian berdialog dan berinteraksi dengan masyarakat. Sementara di Masjid Amal Bakti, Desa Doulu, polisi menyapa warga dan jamaah sekaligus menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas.
Melalui komunikasi langsung itu, masyarakat didorong untuk tidak hanya menerima imbauan keamanan, tetapi juga aktif menyampaikan persoalan yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing.
Kasi Humas Polres Karo, AKP Pedoman Maha, mengatakan program Jumat Curhat merupakan salah satu cara kepolisian membangun komunikasi yang lebih dekat dan humanis dengan masyarakat.
“Jumat Curhat ini merupakan wadah bagi kepolisian untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kita mendengar masukan maupun keluhan warga, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas,” ujar Pedoman Maha.
Menurutnya, partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Karena itu, warga diharapkan tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan.
Pedoman Maha menegaskan Polres Karo terus mendorong terjalinnya komunikasi dan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.
“Polres Karo terus mendorong terjalinnya komunikasi dan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diketahui dan diantisipasi bersama,” katanya.
Ia mengatakan kegiatan Jumat Curhat akan terus digencarkan jajaran Polres Karo sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
(Redaksi/WP)


















