banner 728x250

Gedung BNPB di Sidik Oleh KPK Lakukan Pemeriksaan Secara Cermat

banner 120x600
banner 468x60

Penyidik KPK menyambangi Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana di tengah kabar operasi tangkap tangan.

13 Oktober 2026 | 21.52 WIB

banner 325x300
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menyambangi Gedung Badan Penanggulangan Bencana Nasional di tengah kabar operasi tangkap tangan, di Jakarta, 12 Oktober 2026. 

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi berada di dalam Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur pada Selasa malam, 13 Oktober 2026. Mereka keluar dari gedung sekitar pukul 20.30 WIB, langsung menuju parkiran mobil.

Mereka keluar hanya membawa dokumen yang disimpan dalam map. Para wartawan yang hadir sempat mengejar mereka dan memberondong pertanyaan mengenai apa saja yang dilakukan di dalam gedung. Namun, mereka tidak menanggapi pertanyaan wartawan, masuk ke dalam mobil, dan meninggalkan tempat tersebut.

Sebelumnya, para penyidik KPK tiba di Gedung BNPB dengan dua mobil Toyota Innova berkelir hitam pada pukul 19.15 WIB. Mereka dikawal mobil putih dari Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI).

Berdasarkan pantauan Tempo, tampak enam orang berpakaian sipil. Mereka didampingi empat prajurit, dua berseragam biru muda, seorang berseragam hijau pekat, dan satu lagi mengenakan seragam loreng.

Sempat tertahan di lobi, mereka akhirnya naik lift pada 19.30 WIB. Namun, wartawan tak diperkenankan mengikuti kegiatan mereka.

Ketua KPK Setyo Budiyanto belum merespons ihwal kegiatan anak buahnya tersebut. Namun, dia sempat menanggapi pertanyaan tentang operasi tangkap tangan di BNPB. “Benar ada,” kata Setyo saat dikonfirmasi Tempo lewat pesan pendek, Selasa. Namun, ia enggan menjelaskan lebih jauh soal operasi senyap tersebut.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua KPK Ibnu Widodo turut membenarkan adanya operasi tangkap tangan di BNPB. Ia juga tak menjelaskan soal konstruksi perkara.

Sementara, juru bicara KPK Budi Prasetyo belum menjawab permintaan konfirmasi . Begitu pula pimpinan komisi antikorupsi lainnya.

Menurut informasi yang dihimpun operasi tangkap tangan ini berkaitan dengan dana pakai di BNPB. Komisi antirasuah belum merincikan siapa saja yang ditangkap dan berapa uang yang disita. Namun, diduga di atas Rp 1 miliar.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan enggan menanggapi secara gamblang perihal OTT KPK itu. Ia mengklaim pihaknya belum mengetahui informasi ihwal operasi senyap komisi antikorupsi.

“Yang pasti, dari pagi sampai siang, tidak ada OTT di kantor BNPB,” kata Berton saat dikonfirmasi , Selasa malam, 13 Oktober 2026. Menurutnya, pegawai BNPB tetap memberikan pelayanan seperti biasa hari ini. ●

 

Jangan lewatkan berita terbaru dari Wartapaper.COM

Jadikan Media Wartapaper.COM sebagai Sumber Pilihan di Google, untuk mendapatkan berita, analisis, dan liputan ekslusif terbaru

Kami percaya jurnalisme yang berkualitas lahir dari dialog yang terbuka antara penulis dan pembaca. Masukan Anda membantu kami menjaga akurasi, independen dan berimbang dan dapat di percaya.

Sumber: Media Tempo

(Redaksi/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *