banner 728x250

PWI Kepri Siap Dukung Transformasi Polri, Fungsi Kontrol Pers Tetap Ditegaskan

banner 120x600
banner 468x60

banner 325x300
Dukungan tersebut disampaikan Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani yang juga Ahli Pers Dewan Pers bersama Ketua Dewan Pakar PWI Kepri Ramon Damora.

Keduanya menilai pembenahan Polri yang mencakup pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, penguatan sumber daya manusia, transparansi, serta kedekatan dengan masyarakat berkaitan langsung dengan kepentingan publik.

Saibansah mengatakan dukungan pers terhadap agenda transformasi Polri tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol media.

“Bagi pers, Polri yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan dekat dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan terlindungi,” kata Saibansah.

Menurut dia, hubungan antara pers dan kepolisian perlu ditempatkan dalam kerangka kemitraan yang tetap menjaga independensi media.
“Dukungan itu harus ditempatkan dalam kerangka kemitraan yang sehat. Pers tetap menjalankan fungsi kontrol dan memberikan informasi kepada masyarakat secara independen. Ketika ada program yang berpihak pada kepentingan masyarakat, tentu kita dukung dan kawal pelaksanaannya,” ujarnya.

Ramon Damora menyampaikan pandangan serupa. Ia mengatakan agenda pembenahan Polri membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pers.

“Program Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto perlu mendapat dukungan semua pihak, termasuk pers. Semangat memperkuat pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, pengawasan, transparansi, dan kedekatan polisi dengan masyarakat merupakan agenda yang menyentuh langsung kepentingan publik,” kata Ramon.

Menurut Ramon, pers memiliki posisi strategis dalam mengawal pelaksanaan program tersebut melalui pemberitaan yang objektif sekaligus tetap memberikan kritik apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaannya.
“Pers tidak hanya memberitakan apa yang dilakukan institusi, tetapi juga menyampaikan suara masyarakat. Karena itu, hubungan Polri dan pers harus dibangun dalam semangat keterbukaan, profesionalitas, dan kepentingan publik,” ujarnya.

Suyudi Ario Seto resmi menjabat Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Sebelum dilantik, Suyudi memaparkan enam program prioritas transformasi Polri dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI.

Agenda tersebut meliputi penguatan kelembagaan, pembinaan sumber daya manusia dan pola rekrutmen, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, serta akuntabilitas anggaran.
Suyudi juga mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai arah kepemimpinannya.

Dalam paparannya, ia menekankan penguatan Polsek agar lebih dekat dengan masyarakat serta perbaikan kualitas pelayanan kepolisian.

Setelah dilantik, Suyudi menyatakan akan melakukan konsolidasi internal dan memetakan persoalan di tubuh Polri.

Program yang dinilai masih relevan akan dilanjutkan, sementara bagian yang membutuhkan perbaikan akan dievaluasi.

Bagi PWI Kepri, agenda tersebut menjadi bagian penting dalam membangun hubungan profesional antara pers dan kepolisian, dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat, keterbukaan informasi, dan fungsi kontrol media sebagai pijakan.

(Redaksi/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *