Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua minggu, mulai 26 September hingga 10 Oktober 2026 di Kota Ipoh, Malaysia. Kedua pelajar akan memperoleh pengalaman belajar langsung, mendalami kebudayaan, serta membangun jejaring persahabatan dengan pelajar dari negara tetangga.
Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, S.Pd., M.PMat., sampaikan kebanggaan sekaligus pesan berharga kepada kedua siswa tersebut.
“Jaga diri baik-baik, bergaullah dengan sopan dan santun bersama siswa di negeri orang, jangan lupa jaga kesehatan agar seluruh program yang dicanangkan bisa diikuti dengan baik,” pesan Reza Faisal, Kamis (24/09/2036).
Menurut Reza, program pertukaran pelajar memberikan manfaat nyata berupa pengalaman belajar dan pemahaman budaya global secara langsung, yang mampu meningkatkan kemandirian serta membuka peluang karier di masa depan.
Ia juga menjelaskan secara sederhana hakikat program pertukaran pelajar. “Program Pertukaran Pelajar adalah sebuah program mobilitas akademik di mana siswa berkesempatan menempuh pendidikan di institusi mitra di luar negeri selama periode tertentu. Peserta tetap terdaftar sebagai siswa di madrasah asal, namun meminjam fasilitas dan kurikulum sekolah mitra untuk belajar. Durasinya bervariasi, dari beberapa minggu hingga satu atau dua semester, dan intinya adalah pertukaran pengalaman,” paparnya.
“Jaga sikap, sopan santun, kedisiplinan, dan rasa percaya diri. Selalu bawa nama baik bangsa dan negara,” pesan Wali Kota Rico Waas.
Ia juga mengingatkan agar para peserta memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung pengembangan diri dan proses pembelajaran selama di Malaysia.
Sebagai informasi, program pertukaran pelajar tahun 2026 tersedia dalam berbagai skema, baik yang didanai penuh maupun mandiri, antara lain melalui AFS dan YFU Intercultural Programs.
Diharapkan melalui pengalaman berharga ini, Rafa dan Nazla dapat memperluas wawasan, menguatkan kemampuan komunikasi, serta membangun persahabatan yang bermanfaat lintas negara.
Semangat dan tampilkan prestasi terbaik MAN 1 Medan serta Kota Medan di kancah internasional.
(John Panjaitan/WP)


















