banner 728x250

Wakil Rektor II(IT&B) Kabanjahe Asprina Surbakti ditemukan Tewas di Kamar Mandi Rumahnya di Kompleks J-Kesain, Blok C1, Desa Raya, Kecamatan Berastagi

banner 120x600
banner 468x60

‎KARO|WARTAPAPER.COM-Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Kabanjahe, Asprina Surbakti (38), ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya di Kompleks J-Kesain, Blok C1, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

‎Kematian korban kini tengah diselidiki kepolisian. Pasalnya, saat korban ditemukan, mobil Mitsubishi Xforce dan telepon seluler miliknya tidak berada di lokasi.
‎
‎Peristiwa tersebut diketahui pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, pihak tempat korban bekerja mencoba menghubungi korban melalui telepon seluler. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat respons.
‎
‎Karena khawatir, pihak kampus kemudian menghubungi abang korban. Selanjutnya, abang korban bersama sekuriti mendatangi rumah Asprina.
‎
‎Setelah beberapa kali dipanggil namun tidak mendapat jawaban, mereka kemudian masuk ke dalam rumah. Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di kamar mandi.
‎
‎”Abang korban ditelepon pihak sekolah, karena menelepon ke nomor handphone korban tidak diangkat. Abang korban mendatangi rumah korban bersama sekuriti. Kemudian mereka masuk. Di kamar mandi, dilihat korban sudah meninggal dunia,” kata Pedoman saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2026).
‎
‎Dari pemeriksaan awal secara kasatmata, polisi tidak menemukan luka pada bagian luar tubuh korban. Namun, terdapat darah yang keluar dari bagian mulut.
‎
‎Pihak keluarga kemudian menghubungi kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
‎
‎Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk menjalani autopsi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
‎
‎”Secara kasatmata tidak ada luka luar, tetapi mulutnya mengeluarkan darah. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk autopsi,” ujar Pedoman.
‎
‎Selain kondisi korban, polisi juga mendapati sejumlah barang milik Asprina tidak berada di lokasi. Di antaranya mobil Mitsubishi Xforce dan telepon seluler.
‎
‎”Memang saat ditemukan tidak ada mobil dan handphone-nya, tetapi masih kita selidiki apakah korban pembunuhan dan perampokan atau tidak,” ungkapnya.
‎
‎Polisi belum menyimpulkan apakah hilangnya kendaraan dan telepon seluler berkaitan dengan kematian korban. Penyidik masih mendalami berbagai kemungkinan berdasarkan hasil olah TKP dan penyelidikan di lapangan.
‎
‎Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara TK II Medan untuk memastikan penyebab kematian Asprina.
‎
‎”Masih menunggu hasil autopsi,” kata Pedoman.
‎
‎Sementara itu, tim Reskrim Polres Karo masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
‎
‎”Tim Reskrim saat ini masih di lapangan melakukan penyelidikan penyebab kematian wakil rektor,” pungkasnya.
‎
‎Hasil autopsi dan penyelidikan kepolisian nantinya diharapkan dapat menjelaskan penyebab kematian korban serta keberadaan mobil dan telepon seluler miliknya.

banner 325x300

 

(John Panjaitan/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *