
RAMALNEWS.COM
- Tim Penyuluhan Mabes TNI Tinjau Lokasi Karhutla di Rupat, Bengkalis
- Babinsa dan Warga Patroli Karhutla di Desa Darul Aman, Rupat
- Babinsa Koramil 04/Rupat Pererat Silaturahmi dengan Warga Desa Pangkalan Nyirih
- BBM Bersubsidi di Rupat Disorot: Kendaraan Diduga Berpelat Ganda dan Tangki Modifikasi Diminta Diperiksa
- Sumaya Putri Toreh Sejarah, Atlet Rupat Raih Perak Teqball Asian Games Aichi-Nagoya 2026
- Silaturahmi di Desa Sereneng Bahas Persoalan Internal Keluarga dan TKW di Oman, Sejumlah Pihak Dimintai Klarifikasi
- LSM Elangmas Batu Bara Gelar Silaturahmi, Rudi Cobra dan Ketua Bravo Lima Perkuat Kebersamaan
- Mushola Al Amin Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Warga Antusias Hadiri Acara
Sumaya Putri Toreh Sejarah, Atlet Rupat Raih Perak Teqball Asian Games Aichi-Nagoya 2026

RUPAT-BENGKALIS|WARTAPAPER.COM– Nama Desa Pangkalan Nyirih, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, kini berkibar di panggung olahraga Asia. Sumaya Putri, atlet teqball asal desa tersebut, berhasil mempersembahkan medali perak untuk Indonesia pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.Sumaya meraih medali perak setelah tampil hingga partai final nomor Women’s Singles (tunggal putri) teqball yang digelar di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, Minggu (20/9/2026).
Meski belum berhasil merebut emas, perjalanan Sumaya menuju final menjadi pencapaian penting. Terlebih, atlet asal Rupat tersebut sebelumnya merupakan atlet sepak takraw dan baru sekitar dua tahun menekuni cabang olahraga teqball.
Taklukkan Wakil India di Semifinal, Langkah Sumaya menuju partai puncak diawali dengan penampilan impresif di semifinal. Ia berhasil mengalahkan wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza, melalui pertandingan tiga set dengan skor 7-12, 12-9, dan 12-7.
Kemenangan tersebut memastikan Sumaya melaju ke final sekaligus mengamankan medali untuk Indonesia.
Di partai final, Sumaya menghadapi atlet Myanmar, Khin Hnin Wai. Pertandingan berlangsung ketat dan harus ditentukan melalui tiga set.
Sumaya mengawali pertandingan dengan baik setelah merebut set pertama dengan skor 12-10. Namun, Khin Hnin Wai mampu membalikkan keadaan pada set kedua dan menang 8-12.
Pertandingan kemudian memasuki set penentuan. Sumaya terus memberikan perlawanan, tetapi akhirnya harus mengakui keunggulan wakil Myanmar dengan skor 9-12.
Hasil tersebut menempatkan Sumaya sebagai peraih medali perak nomor Women’s Singles Teqball Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Catatan Bersejarah Teqball Indonesia, Prestasi Sumaya menjadi bagian penting dalam perjalanan teqball Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Cabang olahraga teqball dipertandingkan sebagai cabang perebutan medali pada Asian Games tersebut. Sumaya pun menjadi salah satu atlet Indonesia yang berhasil menyumbangkan medali dari cabang olahraga tersebut.
Prestasi itu sekaligus membawa nama Pangkalan Nyirih, Rupat, Bengkalis, dan Provinsi Riau ke panggung olahraga Asia.
Keluarga Gelar Nobar di Pangkalan Nyirih, Perjuangan Sumaya di Jepang mendapat dukungan penuh dari keluarga dan masyarakat di kampung halamannya.
Pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, keluarga besar Sumaya menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan final di kediaman orang tuanya, Syafrudin, di Desa Pangkalan Nyirih.
Keluarga, masyarakat, serta Sekretaris Desa Pangkalan Nyirih ikut menyaksikan pertandingan melalui layar televisi. Suasana semakin tegang ketika pertandingan memasuki set ketiga.
Bahkan, nobar sempat terganggu akibat jaringan Wi-Fi bermasalah. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan dukungan dan doa masyarakat untuk Sumaya hingga pertandingan berakhir.
Sumaya: “Saya Sudah Memberikan yang Terbaik”, Sehari setelah pertandingan final, Senin (21/9/2026) pukul 08.52 WIB, Sumaya mengikuti wawancara secara virtual bersama Ramalnews.
Dalam wawancara tersebut, Sumaya mengungkapkan bahwa dirinya telah berusaha memberikan penampilan terbaik di partai final. Meski harus puas dengan medali perak, ia tetap bersyukur atas pencapaian yang diraihnya.
Sumaya juga memperlihatkan medali perak yang dibawanya serta menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan dan doa selama dirinya bertanding.
Baginya, tampil di final Asian Games dan mampu mempersembahkan medali bagi Indonesia merupakan sebuah kebanggaan.
Ia juga memberikan semangat kepada atlet-atlet Indonesia yang masih bertanding agar terus berjuang mempersembahkan prestasi bagi Merah Putih.
“Semoga adik-adik dan atlet-atlet Indonesia lainnya bisa sebanyak-banyaknya menyumbangkan medali untuk Indonesia,” ujar Sumaya.
Dua Tahun Beralih dari Sepak Takraw ke Teqball, Perjalanan Sumaya menuju panggung Asian Games terbilang tidak singkat. Sebelum menekuni teqball, ia merupakan atlet sepak takraw.
Sekitar dua tahun sebelum tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Sumaya mulai beralih menekuni teqball.
Menurut Sumaya, sepak takraw dan teqball memiliki sejumlah perbedaan, mulai dari teknik menyentuh bola, aturan permainan, ukuran lapangan hingga penggunaan meja khusus dalam teqball.
Perbedaan teknik tersebut menjadi tantangan tersendiri. Namun, Sumaya justru menjadikan tantangan tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuannya.
Baginya, teqball merupakan olahraga yang menantang sekaligus menarik untuk terus dipelajari.
Orang Tua Bangga, Syafrudin, yang akrab disapa Majid, selaku orang tua sekaligus pelatih Sumaya, mengaku bangga atas perjuangan putrinya.
Menurutnya, meski Sumaya belum berhasil membawa pulang medali emas, keberhasilan mencapai final Asian Games dan mempersembahkan medali perak untuk Indonesia merupakan pencapaian luar biasa.
“Kami tentu bangga. Walaupun belum mendapatkan emas, Sumaya sudah memberikan yang terbaik dan berhasil menyumbangkan medali perak untuk Indonesia. Bisa mencapai final Asian Games saja sudah menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi keluarga dan pelatih,” ujar Syafrudin.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa atlet dari daerah mampu menembus persaingan olahraga tingkat Asia melalui kerja keras, disiplin, latihan, serta dukungan keluarga dan lingkungan.
Dari Desa Pangkalan Nyirih, Kecamatan Rupat, Sumaya Putri berhasil membawa nama daerahnya ke panggung Asian Games dan mempersembahkan medali perak bagi Indonesia.
Torehan tersebut kini menjadi bagian dari perjalanan Sumaya sekaligus catatan baru bagi perkembangan teqball Indonesia di tingkat Asia.
(John Panjaitan/WP)






















