Direktur Utama Antam Untung Budiharto mengata
Antam menilai penerapan kewajiban hanya pada sebagian pelaku dapat menimbulkan persoalan di pasar. Salah satu risikonya adalah konsumen memindahkan transaksi dari kanal resmi Antam ke toko atau pedagang emas lain yang tidak memiliki kewajiban pelaporan serupa.
Jika kondisi itu terjadi, transaksi emas berpotensi bergeser dari jalur formal dan tercatat menuju kanal yang pengawasannya berbeda. Karena itu, Antam meminta pemerintah memastikan aturan berjalan dengan standar yang sama di seluruh rantai perdagangan emas.
“Jangan sampai kebijakan ini justru membuat transaksi berpindah dari kanal resmi ke jalur yang pengawasannya tidak sama,” kata Untung.
Antam mencatat pasokan emas Indonesia sepanjang 2025 mencapai 259,23 ton. Pasokan tersebut berasal dari impor, produksi perusahaan pemegang izin usaha pertambangan, tambang rakyat, hingga emas dari pasar scrap.
Di tengah pembahasan tata kelola perdagangan emas, kinerja Antam pada semester I 2026 juga mencatat pertumbuhan. Laba bersih perusahaan mencapai Rp6,91 triliun, naik 34,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan Antam pada semester I 2026 tercatat Rp62,71 triliun, tumbuh 6,3 persen secara tahunan. Kenaikan laba yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan turut memperkuat margin keuntungan perusahaan.
(John Panjaitan/WP)


















