Nissan tidak mengembangkan mobil ini sepenuhnya dari awal. Pixo baru disebut akan berbagi teknologi dengan Renault Twingo E-Tech melalui aliansi Nissan-Renault.
Dari prototipe yang tertangkap kamera, Pixo generasi baru memiliki bentuk mungil dan tinggi yang cocok untuk mobilitas perkotaan. Namun, Nissan memberikan identitas tersendiri pada bagian depan.
Salah satu cirinya terlihat pada lampu daytime running light berbentuk bulat. Desain tersebut disebut mengambil inspirasi dari sejumlah mobil Nissan berkarakter retro pada akhir 1980-an, seperti Figaro, Be-1 dan Pao.
Untuk penggeraknya, mobil ini menggunakan satu motor listrik yang ditempatkan di bagian depan.
Motor tersebut menghasilkan tenaga 60 kW dengan torsi maksimum 175 Nm. Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron phosphate atau LFP berkapasitas 27,5 kWh.
Kemampuan pengisian dayanya juga menjadi salah satu bagian penting. Pixo mendukung fast charging DC hingga 50 kW, dengan waktu pengisian dari 10 persen menuju 80 persen sekitar 30 menit.
Untuk pengisian AC 6,6 kW, baterai membutuhkan sekitar 4 jam 15 menit hingga penuh. Sementara jika menggunakan AC 11 kW, waktunya dapat dipangkas menjadi sekitar 2 jam 35 menit.
Kehadiran Pixo listrik menunjukkan upaya Nissan memasuki segmen mobil listrik kecil dengan harga yang lebih terjangkau.


















