BANGKA- TENGAH|WARTAPAPER.COM — Seharusnya, saat langit masih gelap dan aktivitas di pesisir belum ramai, Sidi (46) sudah kembali dari laut. Namun Rabu (26/8/2026), penantian keluarga berubah menjadi kecemasan setelah nelayan asal Dusun Lubuk Laut, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah itu tidak kunjung terlihat.
Sidi diketahui berangkat melaut dari Pelabuhan Lubuk Komplek pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Ia menuju fishing ground untuk mencari ikan, seperti aktivitas yang biasa dilakukannya sebagai seorang nelayan.
Tetapi kali ini berbeda.
Jarum waktu terus bergerak. Pagi berganti siang, sementara kabar tentang Sidi tidak juga datang. Kapal yang digunakannya pun tak terlihat kembali ke pelabuhan.
Keluarga bersama nelayan setempat akhirnya bergerak melakukan pencarian secara mandiri. Hingga pukul 15.45 WIB, mereka menyisir kawasan perairan untuk mencari keberadaan Sidi, tetapi belum menemukan hasil.
Kekhawatiran semakin besar. Pada pukul 16.51 WIB, Awi yang merupakan keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.
Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan Tim Rescue.
Sebanyak enam personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang diberangkatkan pada pukul 17.11 WIB menuju Pantai Lubuk Besar untuk melaksanakan operasi pencarian.
Titik terakhir keberadaan korban atau Last Known Position (LKP) diperkirakan berada di koordinat 2°23’33.77″S 106°38’18.60″E.
Pencarian pun diperluas dengan melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan. Tiga personel SAR Brimob, lima personel Polair Polres Bangka, lima personel BPBD Bangka, lima personel Laskar Sekaban, serta 10 nelayan setempat ikut membantu menyisir kawasan perairan.
Di tengah luasnya laut, satu ciri menjadi petunjuk penting bagi para pencari.
Kapal yang digunakan Sidi diketahui berwarna biru dengan list merah.
Kapal itu kini ikut menjadi sasaran pencarian. Tim SAR berharap ciri tersebut dapat membantu mempersempit wilayah pencarian dan menemukan keberadaan korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman, memastikan pencarian terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh unsur yang terlibat.
“Untuk saat ini tim SAR gabungan secara terus-menerus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait serta mengoptimalkan pelaksanaan operasi pencarian untuk menemukan korban,” ungkap Mikel Rachman di Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.
Menurut Mikel, koordinasi antar unsur menjadi bagian penting dalam upaya menemukan Sidi.
Harapan keluarga kini tertuju pada laut Lubuk Besar. Setiap perahu yang bergerak menyisir perairan membawa harapan agar sosok yang mereka tunggu segera ditemukan.
“Semoga korban segera dapat kami temukan dalam keadaan selamat,” katanya.
Hingga Rabu (26/8/2026), Sidi bersama kapal biru dengan list merah yang digunakannya masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.
Operasi belum berhenti. Di tengah bentangan laut yang luas, keluarga masih menunggu kabar tentang Sidi, seorang nelayan yang berangkat mencari ikan, tetapi belum kembali ke daratan.
Saya juga bisa membuatkan versi breaking news yang lebih singkat dan tajam atau versi lanjutan jika nanti ada perkembangan hasil pencarian Sidi .
(John Panjaitan/WP)


















