banner 728x250

Stasiun Mambang Muda Jadi Poros Moda Transportasi KA Sebagai Penggerak Ekonomi Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara

banner 120x600
banner 468x60

LABUHANBATU UTARA|WARTAPAPER.COM – Meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, Stasiun Mambang Muda mengukuhkan perannya sebagai pintu gerbang transportasi utama yang menghubungkan Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan berbagai kota strategis di Sumatera Utara.

Sebagai Moda Transportasi di perlukan infrastruktur vital, stasiun  tidak hanya menjadi saksi sejarah perkembangan daerah, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi dan sosial masyarakat melalui layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

banner 325x300

Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyatakan letak geografis Stasiun Mambang Muda  dekat dengan pusat pemerintahan membuat stasiun tersebut memiliki posisi strategis untuk mobilitas masyarakat.

“Letak geografis dekat dengan pusat pemerintahan menjadikan Stasiun Mambang Muda sebagai pintu masuk sekaligus poros mobilitas krusial yang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Labuhanbatu Utara untuk melakukan interaksi sosial antardaerah,” ucap Anwar.

Stasiun Mambang Muda memiliki rekam jejak panjang dalam perkembangan transportasi di Sumatera Utara. Stasiun ini pertama kali beroperasi pada 19 Agustus 1937 bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api lintas Kisaran–Mambang Muda–Rantauprapat.

Stasiun ini menjadi salah satu gerbang utama menuju wilayah Kesultanan Kualuh yang berdiri sejak tahun 1829.

Posisi Stasiun Mambang Muda semakin strategis karena hanya berjarak sekitar empat kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Utara di Aek Kanopan yang resmi menjadi ibu kota kabupaten sejak pemekaran daerah pada 21 Juli 2008.

Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan kereta api di stasiun ini terlihat dari pertumbuhan jumlah penumpang  terus meningkat.

Mei 2026, tercatat sebanyak 4.321 pelanggan menggunakan layanan kereta api melalui Stasiun Mambang Muda. Angka tersebut meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 3.688 pelanggan.

Sementara secara kumulatif, selama Januari hingga Mei 2026, volume pelanggan mencapai 23.156 orang atau tumbuh 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 19.183 pelanggan.

Layanan KA Sribilah Utama dan KA Sribilah Fakultatif, Stasiun Mambang Muda menjadi penghubung utama masyarakat serta pelaku usaha di Labuhanbatu Utara dengan sejumlah koridor ekonomi penting mulai dari Kisaran hingga Kota Medan.

Konektivitas tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap penguatan sektor perkebunan kelapa sawit dan karet  menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Selain itu, akses transportasi yang semakin mudah juga mendukung peningkatan kunjungan masyarakat dan wisatawan ke kawasan Aek Kanopan dan sekitar.

Lebih lanjut Anwar menambahkan, meningkatnya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api menjadi motivasi bagi KAI Divre I Sumatera Utara untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan.

“Peningkatan minat masyarakat kami respons sebagai amanah untuk terus berinovasi. KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen penuh untuk melakukan peningkatan fasilitas pelayanan di Stasiun Mambang Muda menjamin pengalaman bermobilisasi yang semakin menyenangkan bagi seluruh masyarakat Labuhanbatu Utara,” imbuhnya.(John Panjaitan/WP)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *