banner 728x250

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprovsu bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Perkuat koordinasi dan sinkronisasi data pertanian, Jaga ketahanan pangan

banner 120x600
banner 468x60
MEDAN|WARTAPAPER.COM– Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara memperkuat koordinasi dan sinkronisasi data pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah.
Koordinasi tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Aula BPS Provinsi Sumatera Utara, Kamis (13/8/2026). Pertemuan dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian RI selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Sumatera Utara Haris Syahbuddin, Kepala BRMP Sumut Mulyono, Kepala Distanpang Sumut Fariz Haholongan Hutagalung, Kepala BPS Sumut Asim Saputra, serta jajaran terkait.

Berita Lokal

Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan, terutama ketersediaan beras dan pengaruh komoditas tersebut terhadap inflasi di Sumatera Utara.

banner 325x300

Dalam pertemuan itu disebutkan, beras masih menjadi salah satu komoditas yang memengaruhi inflasi Sumatera Utara. Di sisi lain, sebagian produksi beras Sumut juga didistribusikan ke luar provinsi sehingga diperlukan koordinasi untuk menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan kebutuhan pangan daerah.

Sinkronisasi data luas panen turut menjadi perhatian. Berdasarkan data yang dibahas dalam rapat, terdapat perbedaan luas panen berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) pada periode Januari-September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 84.210 hektare.

Referensi Geografis

Perbedaan tersebut menjadi dasar bagi instansi terkait untuk memperkuat validasi dan sinkronisasi data pertanian agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Sejumlah langkah tindak lanjut disiapkan, antara lain pelaksanaan bimbingan teknis bagi penyuluh melalui kolaborasi Dinas Pertanian dengan Bank Indonesia dan dukungan BPS dalam penyediaan tenaga pelatih.

Selain itu, Distanpang Sumut dan BPS akan melakukan overlay titik pengamatan Siscrop Kementerian Pertanian dengan KSA BPS. Tahap awal akan dilakukan pengujian di Sumatera Utara untuk melihat kesesuaian kedua metode sekaligus meningkatkan akurasi data luas panen.

Jumlah titik sampel KSA juga akan ditambah sebanyak 150 sampel. Dengan penambahan tersebut, total titik atau segmen sampel KSA di Sumatera Utara menjadi 2.145 segmen.

Penguatan koordinasi data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi produksi pertanian, ketersediaan beras, distribusi pangan, serta perkembangan harga di Sumatera Utara.

Data yang lebih terintegrasi selanjutnya diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan terkait produksi pangan, stabilitas harga, pengendalian inflasi, dan penguatan ketahanan pangan daerah.

Redaksi/WP
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *