banner 728x250

Ketua Umum Badko HMI Sumut Muhammad Yusril Mahendra Butar-Butar bersama rombongan Lakukan kunjungan silaturahmi ke Lapas Kelas IIA Binjai

banner 120x600
banner 468x60

Ketua Umum Badko HMI Sumut Muhammad Yusril Mahendra Butar-Butar bersama rombongan melakukan kunjungan silaturahmi ke Lapas Kelas IIA Binjai, Selasa (28/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Yusril tidak hanya melihat kondisi Lapas, tetapi turut meninjau langsung berbagai program pembinaan kemandirian yang melibatkan warga binaan.

Kedatangan Yusril bersama rombongan disambut Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Lapas Kelas IIA Binjai, Rudi Icuana Sembiring, yang mewakili Kepala Lapas Kelas IIA Binjai Mochamad Mukaffi, bersama jajaran.

banner 325x300

Turut mendampingi Yusril dalam kunjungan tersebut, Ketua Bidang Politik, Demokrasi, dan Pemerintahan Badko HMI Sumut Ahmad Fuadi Nasution serta Bendahara Umum Badko HMI Sumut Fikri Ihsan Hasri Rangkuti.

Yang menarik, rombongan Badko HMI Sumut diajak melihat langsung area pembinaan kemandirian yang dikelola di lingkungan Lapas. Di lokasi tersebut, warga binaan menjalankan berbagai kegiatan produktif, mulai dari budidaya ikan lele, tanaman sayuran hidroponik selada, hingga peternakan entok.

Program tersebut dinilai menunjukkan bahwa proses pembinaan di balik tembok Lapas tidak sebatas menjalani masa pidana. Warga binaan juga diberikan kesempatan untuk belajar, bekerja, menghasilkan sesuatu, sekaligus mempersiapkan kemampuan yang dapat digunakan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Yusril mengapresiasi sambutan dan keterbukaan jajaran Lapas Kelas IIA Binjai dalam memperlihatkan langsung program pembinaan tersebut.

“Hari ini kami disambut hangat oleh jajaran Lapas Binjai. Kami juga diajak berkeliling oleh Bang Rudi untuk melihat lahan di area Lapas Binjai. Kami dari Badko HMI Sumut sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepedulian Kalapas dalam meningkatkan pembinaan kepada warga binaan,” ujar Yusril.

Menurut Yusril, kunjungan tersebut membuka pandangannya mengenai berbagai program pembinaan yang dijalankan Lapas Kelas IIA Binjai. Ia melihat kegiatan produktif yang dilakukan warga binaan memiliki nilai penting karena dapat membangun rasa tanggung jawab sekaligus menumbuhkan keterampilan.

Ia juga menilai program ketahanan pangan yang dikembangkan di dalam Lapas memiliki relevansi dengan arah kebijakan nasional.

“Inisiatif kemandirian pangan yang ada di dalam Lapas ini selaras dengan instruksi Presiden terpilih, Prabowo Subianto,” katanya.

Saat meninjau lokasi, Yusril melihat langsung berbagai hasil pembinaan warga binaan. Mulai dari budidaya ikan lele, tanaman sayuran hingga peternakan entok yang telah mulai menghasilkan.

Pemandangan tersebut membuat Ketua Umum Badko HMI Sumut itu memberikan apresiasi terhadap semangat warga binaan yang mengikuti program pembinaan.

“Saya sangat bangga melihatnya. Harapan kami, semoga program yang bisa dilakukan warga binaan ini bisa terus ditingkatkan,” kata Yusril.

Namun, Yusril tidak ingin pembinaan berhenti pada program yang sudah berjalan. Ia mendorong Lapas Kelas IIA Binjai terus melakukan inovasi dengan memperbanyak pelatihan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bekal warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Menurutnya, warga binaan harus diberikan kesempatan untuk memiliki keahlian nyata agar ketika kembali ke masyarakat tidak lagi kebingungan mencari pekerjaan.

“Ke depannya, kalau bisa di sini disediakan fasilitas seperti warung kopi yang mempekerjakan warga binaan, sehingga saat keluar dari Lapas, mereka sudah memiliki keahlian dan bisa langsung bekerja,” tambahnya.

Bagi Yusril, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kondisi warga binaan selama berada di dalam Lapas, tetapi juga dari kesiapan mereka ketika kembali ke masyarakat.

Karena itu, ia mendorong agar program keterampilan, kewirausahaan, pertanian, peternakan maupun kegiatan produktif lainnya terus dikembangkan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Kami berharap program-program seperti ini tidak berhenti. Justru harus terus dikembangkan agar warga binaan benar-benar memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat. Jangan sampai setelah bebas mereka tidak memiliki keterampilan dan akhirnya kembali terjerumus dalam persoalan yang sama,” tegas Yusril.

Badko HMI Sumut, kata Yusril, juga siap mengambil bagian dalam memberikan dukungan dan membangun komunikasi dengan pihak Lapas. Menurutnya, pembinaan warga binaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat dan elemen pemuda.

“Kami akan terus membangun komunikasi dan silaturahmi dengan Lapas Kelas IIA Binjai. Mahasiswa juga harus memiliki kepedulian terhadap proses pembinaan warga binaan. Ini bagian dari tanggung jawab sosial kita bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Rudi Icuana Sembiring menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan Badko HMI Sumut terhadap program pembinaan di Lapas Kelas IIA Binjai.

“Terima kasih Badko HMI Sumut. Atas kepedulian dan perhatiannya ke Lapas Kelas IIA Binjai ini, kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja samanya. Harapan kita semua, pembinaan ini bisa menjadi bekal bagi warga binaan kelak setelah mereka bebas,” tutur Rudi.

Kunjungan tersebut menjadi sinyal positif bahwa pembinaan warga binaan di Lapas Kelas IIA Binjai mulai mendapat perhatian lebih luas dari kalangan mahasiswa dan masyarakat.

Program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian diharapkan tidak sekadar menjadi aktivitas di dalam Lapas, tetapi benar-benar menjadi jembatan bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan keterampilan, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik.

John Panjaitan/WP

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *