MEDAN|WARTAPAPER.COM-Setelah Indonesia merdeka dan dilakukan nasionalisasi perusahaan Belanda, pengelolaan jaringan kereta api di Sumatera Utara sepenuhnya berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Saat ini, jaringan kereta api aktif di Sumatera Utara membentang sepanjang 476,46 kilometer. Infrastruktur tersebut tidak hanya melayani angkutan penumpang dan barang di lintas utama, tetapi juga terintegrasi dengan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Salah satu tonggak modernisasi adalah beroperasinya KA Bandara Kualanamu sejak 2013 yang menjadi layanan kereta bandara pertama di Indonesia.
Selanjutnya, pada 2022 konektivitas rel diperluas menuju Pelabuhan Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, sehingga distribusi bahan baku maupun hasil industri menjadi lebih efisien.
Menurut Anwar, pengembangan infrastruktur yang berkesinambungan tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing transportasi kereta api di Sumatera Utara.
Transformasi layanan juga tercermin dari pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024, KAI Divre I Sumatera Utara melayani 2,43 juta pelanggan. Angka tersebut meningkat menjadi 2,63 juta pelanggan sepanjang 2025.
Memasuki Semester I 2026, jumlah penumpang telah mencapai 1,39 juta orang, dan diproyeksikan terus bertambah hingga akhir tahun seiring meningkatnya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api.
Sementara itu, pada sektor logistik, volume angkutan barang tercatat mencapai 883.661 ton pada 2024, 685.355 ton pada 2025, dan 387.895 ton selama Semester I 2026.
Anwar menjelaskan, fluktuasi angkutan barang dipengaruhi dinamika permintaan pasar domestik maupun global, termasuk perubahan kebutuhan distribusi berbagai sektor industri.
“Peningkatan jumlah penumpang dari tahun ke tahun menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api terus meningkat. Di sisi lain, angkutan barang tetap menjadi tulang punggung logistik yang strategis dalam mendukung aktivitas industri dan perekonomian Sumatera Utara,” katanya.
Memasuki usia ke-140 tahun, KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi layanan, memperkuat interkoneksi antarwilayah, serta mendukung pengembangan kawasan strategis dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Modernisasi layanan digital, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, serta penguatan integrasi transportasi akan terus dilakukan agar kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat.
“Kami berkomitmen memastikan kereta api tetap menjadi moda transportasi andalan yang mampu memberikan pelayanan terbaik sekaligus berkontribusi nyata dalam memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara. Momentum 140 tahun ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang semakin aman, nyaman, modern, dan berkelanjutan,” tutup Anwar.
John Panjaitan/WP


















