banner 728x250

Panggung Internasional diguncang oleh pernyataan kontroversial dari Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich Eskalasi Perang

banner 120x600
banner 468x60

TEL AVIV|WARTAPAPER.COM – Panggung politik internasional mendadak diguncang oleh pernyataan kontroversial dari Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, terkait eskalasi perang yang tengah berkecamuk antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam sebuah pidato di forum nasional yang disiarkan oleh media penyiaran Kan News, Smotrich secara blak-blakan menegaskan bahwa Tel Aviv sama sekali tidak memiliki ketertarikan maupun niat untuk menerjunkan pasukannya guna membantu Washington di medan tempur. Sang menteri justru mengeklaim bahwa membiarkan militer Amerika Serikat bertarung sendirian menghadapi gempuran rudal dan drone Teheran merupakan skenario terbaik dan paling menguntungkan bagi posisi strategis keamanan dalam negeri Israel saat ini.

Narasi penolakan bertempur yang dilontarkan oleh tokoh ekstremis kabinet Netanyahu ini memicu polemik besar lantaran berjalan seiring dengan tingginya biaya anggaran serta korban jiwa yang mulai berjatuhan di pihak militer Amerika Serikat. Kendati menolak menyumbangkan kekuatan alutsistanya, Smotrich memperjelas bahwa Israel tetap menuntut agar kampanye militer yang dipimpin oleh Gedung Putih tersebut mampu memenuhi target utama Tel Aviv, yakni meruntuhkan rezim Islam di Teheran secara permanen. Ia menilai strategi pemboman fasilitas strategis oleh AS yang dikombinasikan dengan sanksi ekonomi ketat merupakan senjata paling mematikan untuk mencekik roda keuangan Iran, yang kini terbukti sukses memicu lonjakan gila-gilaan pada tingkat inflasi pangan domestik di negara para mullah tersebut.

banner 325x300

Pengakuan jujur dari internal kabinet Israel ini seketika memicu gelombang kecaman hebat dan sentimen negatif dari publik serta para pengamat pertahanan di Washington D.C.. Pernyataan Smotrich dinilai menjadi bukti tak terbantahkan bahwa politisi Israel sengaja memanfaatkan kekuatan militer Amerika Serikat sebagai tameng hidup untuk meraih ambisi geopolitik mereka tanpa harus mengorbankan darah warga negaranya sendiri. Di tengah situasi Tel Aviv yang mulai menikmati kembali normalnya aktivitas penerbangan dan iklim bisnis domestik, pembayar pajak di Amerika Serikat justru harus menanggung beban kerugian hingga ratusan miliar dolar serta lonjakan harga bahan bakar harian akibat terseret ke dalam perang proksi yang berkepanjangan di kawasan perairan Teluk.

Sumber Berita : Middle East Eye

#PolitikIsrael #PerangAmerikaIran #BezalelSmotrich #GeopolitikTimurTengah

John Panjaitan/WP

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *