DAMASKUS|WARTAPAPER.COM – Peta konflik di kawasan Timur Tengah terancam mengalami pergeseran radikal yang sangat mengejutkan setelah militer Suriah dilaporkan mulai menyusun rencana kontingensi darurat untuk melancarkan operasi militer skala besar terhadap milisi Hizbullah. Saluran penyiaran publik Israel, Kan 11, membocorkan bahwa di balik retorika politiknya yang terkesan netral, jajaran petinggi komando pertahanan di Damaskus nyatanya telah mengeluarkan instruksi operasional yang sangat ketat. Seluruh elemen aparatur keamanan Suriah kini diperintahkan untuk bersiap mendeteksi, menangkal, hingga menindak setiap pergerakan bersenjata kelompok proksi tersebut, baik yang berada di sepanjang wilayah perbatasan bersama maupun pos pertahanan di dalam wilayah Lebanon jika situasi di lapangan dinilai telah memenuhi syarat intervensi.
Manuver senyap yang dilakukan oleh rezim baru Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa ini berjalan sangat kontras dengan pernyataan politik yang dikeluarkan ke publik untuk menjaga legitimasi regionalnya. Namun, tekanan diplomatik di balik layar yang dilancarkan oleh Gedung Putih disinyalir menjadi motor penggerak utama di balik berubahnya peta haluan militer Damaskus. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara agresif mendorong agar militer Suriah mengambil alih tanggung jawab pembersihan dan perlucutan senjata Hizbullah di wilayah Lembah Bekaa. Langkah taktis ini diajukan Washington sebagai jaminan keamanan utama agar penarikan mundur pasukan Israel dari perbatasan Lebanon selatan dapat direalisasikan tanpa menyisakan celah kekosongan kekuasaan yang bisa dimanfaatkan kembali oleh pengaruh Iran.
Meskipun skenario operasi ofensif lintas batas ini masih dalam tahap pematangan logistik, gesekan bersenjata antara kedua belah pihak sejatinya telah mulai pecah di sektor pengawasan logistik perbatasan. Kementerian Dalam Negeri Suriah baru-baru ini berhasil menggagalkan penyelundupan masif rudal jarak jauh dan armada pesawat nirawak dari Irak yang ditujukan bagi pertahanan Hizbullah, sebuah tindakan nyata yang kian mempertegas keretakan hubungan kedua faksi. Para pakar geopolitik memperingatkan bahwa jika rencana darurat bersenjata ini benar-benar dieksekusi oleh militer Suriah, maka perang saudara baru berskala regional yang melibatkan faksi-faksi bersenjata Arab dipastikan akan meletus dan mengubah total lanskap keamanan di perbatasan Mediterania timur secara masif.
Sumber Berita : Kan
#KonflikSuriahHizbullah #MiliterTimurTengah #GeopolitikGlobal #BeritaInternasional


















