Rico Waas menjelaskan Pemerintah Kota Medan telah menyiapkan rencana pengembangan rumah sakit dan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar proses revitalisasi berjalan efektif serta sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan.
“Perencanaannya sudah ada. Selanjutnya akan kami koordinasikan kembali dengan Kementerian Kesehatan agar desain dan penataan ruang rumah sakit disupervisi sehingga lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pembenahan sistem kerja dan tata kelola agar rumah sakit dapat dikelola secara lebih profesional.
“Yang terpenting bukan sekadar membangun gedung baru, tetapi juga memperbaiki sistem dan manajemennya agar lebih profesional. Minggu depan tim kami akan kembali berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menindaklanjuti supervisi teknis,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanggulangan TB, mengingat Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TB tertinggi kedua di dunia.
Benjamin menambahkan, pemerintah terus memperkuat deteksi dini melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang didukung layanan X-ray portable bagi kontak erat pasien TB. Berdasarkan hasil peninjauan, ia menilai fasilitas RSUD Dr. Pirngadi telah cukup memadai untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Ternyata setelah kita tinjau, fasilitasnya sudah cukup baik. Kami datang untuk melihat langsung kesiapan fasilitas kesehatan di daerah dan apa saja yang masih perlu diperkuat,” pungkasnya.
Maya/WP


















