
Program ini tidak hanya ditujukan untuk memperluas aktivitas usaha masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi sumber baru Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan dan pelayanan publik.

Sementara itu, sebagian besar keuntungan lainnya akan kembali berputar untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui aktivitas ekonomi di desa.
“Ketika koperasi berjalan optimal, desa juga akan memperoleh manfaat karena sebagian laba akan menjadi PADes, sedangkan mayoritas hasilnya kembali kepada masyarakat,” ujar Yandri.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
Pemerintah menilai keberhasilan koperasi akan sangat bergantung pada keterlibatan pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, setiap desa didorong aktif mengembangkan potensi ekonomi lokal sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Kondisi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk membangun jaringan koperasi yang mampu menyerap hasil produksi masyarakat secara berkelanjutan.
Berbagai komoditas unggulan, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan hingga peternakan, akan menjadi fokus pengembangan sesuai potensi daerah.
Yandri menjelaskan desa-desa tematik yang telah berkembang, seperti desa jagung, desa padi, desa ikan nila, desa lele, hingga desa kakao, akan menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem koperasi.
Koperasi nantinya berperan sebagai mitra yang menyerap hasil produksi masyarakat sehingga petani, nelayan, dan pelaku usaha desa memiliki kepastian pasar.
Dengan adanya kepastian penyerapan hasil produksi, masyarakat diharapkan lebih percaya diri mengembangkan usaha produktif.
Selain memberikan manfaat ekonomi, tambahan PADes dari keuntungan koperasi juga dapat dimanfaatkan pemerintah desa untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pelayanan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, hingga program sosial sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Jika berjalan sesuai target, keberadaan koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi desa di seluruh Indonesia.
(John Panjaitan/WP)

















