SANAA |WARTAPAPER.COM— Kelompok militan Ansarullah (Houthi) di Yaman secara resmi mengeluarkan maklumat darurat yang melarang keras seluruh maskapai penerbangan sipil komersial internasional untuk melintasi koridor udara Arab Saudi. Peringatan berisiko tinggi tersebut diumumkan langsung oleh juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, pasca-terjadinya aksi saling serang di infrastruktur penerbangan kedua belah pihak. Pihak Houthi menegaskan bahwa embargo sepihak ini harus dipatuhi oleh dunia penerbangan internasional sampai koalisi yang dipimpin Arab Saudi mencabut blokade udara dan memulihkan akses penerbangan di Bandara Internasional Sana’a, Yaman.
Gelombang ketegangan baru ini dipicu oleh serangan udara agresif jet tempur Arab Saudi yang menargetkan fasilitas landasan pacu utama di Bandara Internasional Sana’a. Serangan Saudi tersebut dilaporkan sengaja diluncurkan untuk mencegat serta menghalangi proses pendaratan pesawat sipil Mahan Air asal Iran yang dituduh melanggar batas kedaulatan udara Yaman tanpa koordinasi. Merespons hancurnya fasilitas bandara di ibu kota mereka, militer Houthi secara cepat melancarkan balasan bersenjata dengan menembakkan rentetan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) kamikaze ke arah Bandara Internasional Abha di wilayah selatan Arab Saudi.
Pernyataan boikot wilayah udara yang dikeluarkan oleh faksi Ansarullah ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pengamat penerbangan global dan berpotensi mengacaukan rute transit udara komersial di kawasan Timur Tengah. Akibat ancaman ini, otoritas penerbangan sipil internasional diimbau untuk segera mengalihkan jalur navigasi udara menjauh dari semenanjung Arab demi menghindari risiko fatal salah sasaran di zona konflik terbuka. Berakhirnya masa damai pasca-gencatan senjata tahun 2022 ini memperlihatkan bahwa wilayah udara regional kini kembali masuk dalam status siaga merah yang mengancam keselamatan transportasi publik.
Sumber Berita :
Kantor Berita Reuters – Pembaruan Konflik Timur Tengah 2026
#EmbargoUdaraSaudi #KonflikHouthiSaudi #BandaraSanaa #KrisisTimurTengah
John Panjaitan/WP


















