banner 728x250

Kolobrasi Pemprovsu Dengan Badan Narkoba Nasional Brantas Peredaran Narkoba Di Sumatera Utara

banner 120x600
banner 468x60

MEDAN|Wartapaper.Com— Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut kolaborasi dan melakukan intervensi terpusat guna memberantas peredaran gelap narkotika di Sumut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menyatakan siap mendukung dari sisi anggaran agar penanganan narkoba dapat dilakukan secara serius dan tuntas.
Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho beserta jajaran di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (2/6/2026).

“Pada pertemuan ini,  ingin adanya kolaborasi kuat dalam penuntasan narkoba. Saya minta kita lakukan intervensi secara terpusat, khususnya difokuskan pada beberapa daerah yang menjadi titik masuk utama dan pusat peredaran narkoba,” ucap Bobby Nasution.

banner 325x300

Bobby  khawatir terhadap masa depan generasi muda di Sumut. Menurutnya, narkoba semakin mudah diakses karena harganya yang makin terjangkau dan telah menyasar usia muda.

Untu antisipasi kondisi tersebut, Pemprov Sumut akan mengambil langkah konkret dengan memperbanyak kegiatan masyarakat dan program-program positif di daerah yang di indikasi rawan narkoba.  Pemprov Sumut juga akan memperkuat edukasi mendorong setiap kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan menyisipkan pesan bahaya narkoba.

Bobby  juga mengakui masih terdapat kendala di tingkat provinsi, terutama keterbatasan sumber daya manusia yang tidak memiliki kompetensi khusus dalam penanganan narkoba secara masif.

Terkait keterbatasan anggaran yang dihadapi BNNP Sumut, Bobby menyatakan komitmen Pemprov Sumut untuk membantu.

“Kita minta program konkret dari BNNP. Mengenai anggaran, Pemprov Sumut akan berupaya membantu. Kita harus serius agar Sumut benar-benar terbebas dari narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho mengutarakan bahwa Sumatera Utara saat ini masih menempati peringkat pertama nasional dalam jumlah pengguna narkoba.

“Dari sekitar 15 juta total penduduk Sumut, terdapat 10 persen menjadi pengguna narkoba. Tingkat penyebarannya pun belakangan ini sudah merambah hingga ke desa-desa,” ucap Tatar.

Ia mengatakan, tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya kondisi geografis Sumut  menjadi jalur utama masuknya narkoba. Wilayah Sumut juga diapit sejumlah titik rawan di bagian selatan yang menjadi pintu masuk penyelundupan.

Lebih lanjut Tatar menyatakan, pada tahun 2025 penyalahgunaan narkoba didominasi usia produktif 15 hingga 45 tahun. Namun kini trennya mulai merambah anak-anak usia sekolah.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, BNNP Sumut akan tetap fokus menekan peredaran narkoba di pintu-pintu masuk utama serta wilayah pedesaan.

Upaya tersebut, mulai menunjukkan hasil dengan adanya penurunan angka peredaran di sejumlah wilayah.

“Kami berharap momentum audiensi ini dapat memperkuat kolaborasi nyata dengan Pemprov Sumut  sesuai arahan dari Bapak Gubernur agar dapat berguna menyelamatkan generasi bangsa.(John Panjaitan/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *