Kronologi Versi Lurah Palumbonsari
Lurah Palumbonsari, Indra Wijaya, mengatakan dirinya baru mengetahui kejadian ini saat sedang meninjau penyelesaian aula bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Di sela peninjauan itu, sekitar pukul 14.00 WIB, Ketua RW 019 Perumahan Grand Permata menghubunginya untuk melaporkan kebakaran lahan kosong. “Lebih tepatnya di lahan perbatasan perumahan dengan Kelurahan Palumbonsari,” beber Indra.
Indra menuturkan begitu melihat api dan kepulan asap tebal, ia langsung menghubungi Damkar. Menurutnya, warga sekitar sempat bahu-membahu memadamkan api sebelum petugas tiba, sehingga api relatif cepat teratasi. “Kami mengapresiasi Damkar dan para warga dengan reaksi cepat tanggapnya,” katanya.
Indra menyebut ini merupakan kali pertama kebakaran terjadi persis di padang ilalang tersebut, meski Ketua RW 019 disebutnya kerap melaporkan kejadian serupa di wilayahnya, terutama saat kondisi kemarau seperti sekarang.
Terpisah, Komandan Regu (Danru) Damkar Karawang, Fajar, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari call center pada pukul 13.50 WIB dan langsung menerjunkan satu regu beserta unit armada ke lokasi.
Dugaan Penyebab Masih Diselidiki
Soal penyebab kebakaran, Fajar menegaskan hal itu masih dalam penyelidikan. Dugaan awal dari pihak Damkar mengarah pada faktor cuaca kemarau, yakni gesekan alang-alang atau rumput kering yang memicu percikan api.
“Penyebab pasti masih diselidiki. Namun, dugaan awal dipicu oleh efek musim kemarau, di mana gesekan dari alang-alang atau rumput yang mengering memicu timbulnya kobaran api,” tuturnya.
Fajar mengungkapkan, sepanjang Juli 2026 saja, pihaknya sudah menangani sekitar 10 kali kejadian kebakaran lahan serupa di wilayah Karawang. “Untuk musim kemarau tahun ini, khususnya bulan ini saja, kurang lebih sudah terjadi sekitar 10 kali kejadian kebakaran serupa,” ujarnya.
Ia mengimbau warga untuk berhati-hati saat membakar sampah selama musim kemarau, mengingat kondisi alang-alang, rerumputan, dan semak yang mudah kering dapat mempercepat penyebaran api bila tertiup angin kencang.
Senada, Indra juga mengimbau warga menghindari membakar sampah di lahan kosong, membuang puntung rokok sembarangan, dan menyalakan petasan selama cuaca panas ekstrem seperti sekarang.
“Perlu diingat juga bahwa potensi bahaya kebakaran tidak hanya ada di luar ruangan atau lahan kosong saja, tetapi juga bisa terjadi di dalam rumah masing-masing,” pungkas Fajar.
Editor:John Panjaitan/WP


















