WARTAPAPER.COM-Namamu datang seperti embun di pagi hari,hening, namun mampu menyejukkan hati.Bukan sekadar rangkaian huruf yang terucap,melainkan doa yang diam-diam menetap.
Di antara riuh dunia yang tak pernah lelah,hadirmu mengajarkan arti sederhana:bahwa kasih tak selalu harus memiliki,dan rindu tak selalu harus terucap setiap hari.
Ada harapan yang kusimpan dalam diam,seperti bintang yang setia menunggu malam.Meski jarak kadang membentang tanpa suara,hati tetap percaya pada indahnya cerita.
Jika suatu hari langkah kita searah,akan kusambut dengan penuh syukur dan pasrah.Namun bila takdir memilih jalan berbeda,namamu tetap menjadi bait terindah dalam doa.
Latifah,semoga senyummu selalu menjadi cahaya,hatimu dipenuhi damai dan bahagia,dan setiap langkahmu mengarah pada mimpi yang nyata.Sebab ada perasaan yang tak pernah memaksa,hanya tulus mencintai, meski cukup dari kejauhan saja.
Editor:John Panjaitan/WP


















