banner 728x250

Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Serukan Transformasi Kesadaran Ekologis Masyarakat dalam Menjaga Kelestarian Sungai Kohoin

banner 120x600
banner 468x60

Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, Ronald Konjol, SH, menegaskan bahwa fenomena penumpukan sampah, khususnya sampah plastik, di sepanjang aliran hingga muara Sungai Kohoin tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan kebersihan lingkungan. Lebih dari itu, kondisi tersebut merefleksikan tantangan serius dalam tata kelola lingkungan hidup, rendahnya kesadaran ekologis masyarakat, serta belum optimalnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Menurutnya, akumulasi sampah plastik di kawasan sungai berpotensi menimbulkan degradasi kualitas ekosistem perairan, mengganggu keseimbangan biodiversitas, serta mengancam keberlangsungan habitat berbagai spesies akuatik, termasuk ikan, kepiting, dan biota perairan lainnya yang memiliki nilai ekologis sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat lokal.

banner 325x300

“Sungai merupakan bagian integral dari sistem kehidupan masyarakat Papua. Karena itu, menjaga kelestarian sungai bukan hanya merupakan kewajiban moral, tetapi juga menjadi tanggung jawab sosial dan ekologis seluruh elemen masyarakat. Kebiasaan membuang sampah ke sungai harus dihentikan karena akan menimbulkan konsekuensi ekologis yang semakin kompleks apabila tidak segera diatasi secara kolektif,” ujar Ronald Konjol, Senin (13/7/2026).

Ia menambahkan bahwa pembangunan kesadaran lingkungan harus dimulai dari perubahan perilaku pada tingkat individu, kemudian diperkuat dalam lingkungan keluarga, sebelum berkembang menjadi budaya kolektif di tengah masyarakat. Menurutnya, perubahan paradigma tersebut merupakan prasyarat penting dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan serta sejalan dengan prinsip pembangunan berwawasan lingkungan (sustainable development).

Lebih lanjut, Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, serta penghentian praktik pembuangan sampah ke sungai dan ruang – ruang publik lainnya. Langkah tersebut diyakini akan memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga kualitas lingkungan hidup sekaligus melindungi sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Sebagai bentuk komitmen kelembagaan, Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay dalam waktu dekat akan menginisiasi forum sosialisasi dan edukasi lingkungan yang melibatkan masyarakat yang bermukim di sekitar Sungai Kohoin, Pemerintah Distrik Teminabuan, pemerintah kelurahan dan kampung, serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan di bidang lingkungan hidup, kebersihan, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog partisipatif untuk memperkuat literasi lingkungan masyarakat, membangun kesepahaman mengenai dampak multidimensional pencemaran sampah terhadap aspek ekologis, kesehatan, sosial, dan ekonomi, sekaligus merumuskan langkah – langkah kolaboratif dalam pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat dan kearifan lokal.

Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay meyakini bahwa keberhasilan pelestarian Sungai Kohoin tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada tingkat partisipasi sosial masyarakat serta penguatan nilai – nilai adat yang menempatkan alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari identitas, ruang hidup, dan keberlanjutan kehidupan Orang Asli Papua. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga adat, pemerintah, tokoh agama, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan seluruh komponen masyarakat menjadi prasyarat strategis dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan generasi masa kini maupun generasi yang akan datang.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *