JAKARTA|WARTAPAPER.COM-Di saat mayoritas orang tua di Indonesia mendambakan anak-anaknya lolos menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) demi jaminan masa depan, sikap yang amat kontras justru ditunjukkan oleh mendiang Mar’ie Muhammad. Tokoh yang pernah memegang kemudi keuangan negara sebagai Menteri Keuangan era Presiden Soeharto periode 1993–1998 ini secara tegas meminta agar seluruh keturunannya menjauh dari jalur birokrasi pemerintahan, tempat ia mengabdi hampir sepanjang hidupnya.
Pesan sakral tersebut diucapkan langsung oleh Mar’ie di hadapan buah hatinya sesaat setelah mereka menuntaskan masa studi. Sang istri, Etty Muhammad, mengingat betul momen ketika suaminya memohon agar tidak ada satu pun anak-anaknya yang mengikuti jejak kariernya sebagai aparatur negara. Larangan tersebut seketika memicu kebingungan mendalam di lingkungan keluarga, mengingat sang ayah berada di puncak tertinggi instansi tersebut.
Ketika salah satu anaknya memberanikan diri menanyakan alasan di balik restu yang tertutup itu, mantan Menkeu Kabinet Pembangunan VI ini hanya memberikan jawaban yang sangat ringkas namun sarat makna. “Sudahlah, kamu tidak akan paham godaannya di sana,” kenang Etty menirukan ucapan suaminya. Kalimat pendek itu menjadi benteng pelindung yang sengaja dibangun Mar’ie agar anak-anaknya tidak terseret dalam arus kelam birokrasi.
Bukan rahasia lagi jika iklim birokrasi masa Orde Baru lekat dengan bayang-bayang praktik korupsi dan pungutan liar yang masif. Ketakutan akan besarnya potensi penyimpangan moral inilah yang membuat figur berjuluk “Mr. Clean” tersebut enggan membiarkan anak-anaknya meniti jalan yang sama, meski dirinya sendiri terbukti sukses menjaga integritas dan kebersihan namanya hingga akhir hayat.
#MarieMuhammad #MrClean #IntegritasHukum #KisahInspiratif #MenteriKeuangan
Editor:Red/WP


















