banner 728x250

Tahap Awal, Tabung CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Datang dari China

banner 120x600
banner 468x60

 

Jakarta|WARTAPAPER.COM– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa pada tahap awal pengadaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih 3 kilogram, pemerintah akan mendatangkan tabung prototipe dari China.

banner 325x300

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan sekitar 15 unit tabung CNG akan memasuki tahap pengujian teknis pada Juli 2026 sebelum nantinya diedarkan secara lebih luas kepada masyarakat.

“Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototype untuk diuji. Jadi diuji itu. Belasan lah mungkin sekitar 15. Saat ini dari Cina aja,” ujar Laode saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Menggunakan Teknologi Tabung Tipe 4

Tabung CNG yang didatangkan dari China menggunakan teknologi Tipe 4 dengan material komposit. Material tersebut dinilai jauh lebih ringan dibandingkan tabung berbahan logam konvensional.

Pemerintah memilih jenis tabung ini agar sesuai dengan kebutuhan rumah tangga sehingga proses transisi dari LPG ke CNG tidak membebani masyarakat, terutama dari sisi berat tabung.

Laode menjelaskan perkembangan teknologi tabung gas terdiri dari beberapa tipe.

* Tipe 1: Seluruhnya menggunakan material logam.
* Tipe 2: Mulai menggunakan campuran material untuk mengurangi berat.
* Tipe 3: Lebih ringan dibanding tipe sebelumnya, namun masih tergolong berat.
* Tipe 4: Menggunakan material komposit sehingga jauh lebih ringan.

Menurutnya, pemerintah ingin menghadirkan tabung yang mudah digunakan masyarakat.

“Material tabung ini itu sudah sampai ke tipe 4. Tipe 1 semua logam, tipe 2 sudah mulai ada campuran yang meringankan sampai dengan tipe 3 tapi masih berat. Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti nggak merasa oh ini kok penggantinya berat, enggak,” jelasnya.

Akan Diuji di Lemigas

Setelah prototipe tiba di Indonesia, pemerintah akan melakukan serangkaian pengujian di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Pengujian meliputi:

* Uji tekanan tabung.
* Uji keamanan katup (valve).
* Evaluasi standar keselamatan tabung secara menyeluruh.

Menurut Laode, aspek keselamatan menjadi prioritas utama sebelum tabung CNG Merah Putih dipasarkan kepada masyarakat.

“Kita uji di Lemigas, kan dia kan harus ada uji tekanan, dan seperti itu yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa. Satu tahap lagi sudah bisa di-implement, di-edarkan tahun ini,” katanya.

Harga Disamakan dengan LPG 3 Kg

Dari sisi harga, pemerintah berencana menetapkan harga CNG Merah Putih 3 kg setara dengan LPG 3 kg bersubsidi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Menurut simulasi pemerintah, meskipun harga kepada masyarakat disamakan, beban subsidi negara diperkirakan dapat berkurang hingga sekitar 30 persen.

“Sama dengan harganya sama. Sekarang simulasinya masih disamakan, dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen.”

Peluang Produksi di Indonesia

Walaupun pada tahap awal tabung masih diimpor dari China, pemerintah membuka peluang bagi investor China untuk membangun fasilitas produksi tabung di Indonesia apabila penggunaan CNG telah mencapai skala besar.

Dengan meningkatnya kebutuhan domestik, pemerintah menilai Indonesia akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat untuk mendorong investasi manufaktur di dalam negeri.

“Ada peluang untuk itu (produksi domestik). Kalau jumlahnya masif kan kita punya bargaining untuk minta mereka bangun di sini,” pungkas Laode.

 

Sumber: CNBC Indonesia – “Tahap Awal, Tabung CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Datang dari China” (29 Juni 2026).

Penulis : Firda Dwi Muliawati,29 Jimi 2026. Ini

Editor: Red/WP

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *