banner 728x250

Diplomasi spiritual Sri Eko Sriyanto Galgendu mulai Indonesia ke negara tetangga, Bina persaudaraan, perdamaian dan kemanusia bangun peradaban masa depan lebih baik

banner 120x600
banner 468x60

Pecenongan|WARTAPAPER.COM- 18 Juni 2026 Diplomasi sastra berazaskan nilai cinta dsn kemanusiaan dalam puisi Denny JA., seperti yang ditulis dalam tesis S2 Jasni Matlani dari Universitas di Malaysia. Karya sastra apapun bentuknya dapat berfungsi sebagai diplomasi budaya. Apalagi diplomasi spiritual bisa lebih gampsng menyentuh nilai-nilai kemanusiaan setiap orang yang tengah menghadapi turbolensi peradaban yang tidak menentu arah dan gelombangnya yang sangay dakhsyat mengguncung seluruh sendi kehidupan di bumi. Sehingga ancaman kerusakan lingkungan hidup di bumi semakin gawat.

Diplomasi spiritual seperti yang digagas Sri Eko Sriyanto Galgendu dan yang akan segera dimulai dari Indonesia untuk kemudian menyambangi berbaga negara tetangga, beranjak dari semangat persaudaraan, perdamaian dan kemanusiaan untuk membangun peradaban masa depan yang lebih baik, harmoni dan damai dalam jalinan ikatan persaudaraan serta kemanusiaan. Pada puncaknya diplomasi spiritual tidak cuma hendak membangun kerja sama dalam berbagai bidang kegiatan, karena dalam kemasan global diplomsi spiritual mengajak sesama warga bangsa dunia untuk lebih mencintai sesama manusia, alam dan Tuhan seperti keyakinan para keluhur bangsa nusantara yang acap disebut Tangtu Tungga Buana.

banner 325x300

Manusia dalam skala global bersifat universal dengan martabat dan kepribadian yang khas patut diapresiasi dengan baik sebagaimana manusia yang lain dapat dipahami sebagai penerima amanah Tahun, yaitu khalifatullah di muka bumi. Dan bumi — sebagai bagian dari anugrah Tuhan yang menggenapkan bilangan alam semesta, patut dihargai dan dijaga bersama , tanpa seorang pun boleh melakukan kerusakan.

Pada persilangan inilah diplomasi spiritual global menempatkan etika dan moral dapat disinergikan dengan kesadaran bersama segenap bangsa untuk membangun tata kehidupan yang baru, harmoni dan senantiass berpegang pada pakem spiritual yang bersifat universal global, sehingga tujuan hodup manusia tidak melulu bertumpu pada hal-hal yang lebih bersifat material.

Spiritual dalam tradisi lokal suku bangsa Nusantara telah berpadu dalam kebhinekaan budaya Timur yang khas bersifat nasional — nusantara — sebagai mutiara yang otektik berasal dari kearifan lokal, hingga pada melineum ke-21 saatnya yang tepat ikut mengimbangi gemuruh revolusi teknolgi yang terus meninggi hingga betada pada puncaknya pada tahapan ke-4, sehingga perlu memiliki adanya cara terbaru untuk menghadapi dan mengatasinya, agar manusia tidak keblinger akibat didera oleh dampak bawaannya yang tidak mungkin bisa dihindari, lantaran yang bisa dilakukan hanyalah upaya mensiasatinya dengan cara yang arif dan bijak melalui kecerdasan spiritual yang semakin mendesak untuk mengimbangi kecerdasan intelektual.(Red/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *