banner 728x250
Berita  

BBPJN Sumut Tangani dua pekerjaan krusial di ruas Jalan Nasional Teluk Dalam – Lolowau penanganan titik longsor Sta 50+625 dan preservasi Jembatan Idano Soraker km 12+624

banner 120x600
banner 468x60

NIAS SELATAN |WARTAPAPER.COM- Jalur penghubung utama ke Nias Selatan terus dibenahi. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara (BBPJN Sumut) saat ini tengah mengerjakan dua pekerjaan krusial di ruas Jalan Nasional Teluk Dalam – Lolowau penanganan titik longsor Sta 50+625 dan preservasi Jembatan Idano Soraker km 12+624.

banner 325x300

Dua paket pekerjaan ini dilaksanakan BBPJN Sumut melalui PPK 3.6 Provinsi Sumatera Utara bersama PJN Wilayah III, di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU.

Di titik Sta 50+625, Kabupaten Nias Selatan, tim lapangan terlihat merapikan tebing yang amblas. Sebelum konstruksi, BBPJN Sumut terlebih dahulu melakukan pengujian tanah _bore log_ pada koordinat 0°49’57.1818″N 97°37’12.2286″E.

Pekerjaan yang berjalan meliputi galian biasa, galian struktur sedalam 0-2 meter, pemasangan baja tulangan sirip BjTS 420 B, hingga pengeboran dan pengecoran tiang bor beton diameter 600 mm. Penanganan sepanjang 50 meter ini dijadwalkan 240 hari kalender, April – Desember 2026.

Berbarengan dengan penanganan tebing, preservasi Jembatan Idano Soraker di km 12+624 Desa Silambo juga dikebut. Dokumentasi 19 Mei 2026 pukul 10:00-10:11 WIB memperlihatkan aktivitas _silend_ atau perkuatan struktur bawah jembatan di koordinat N0°34.822 E97°43.757 dan N0°34.829 E97°43.766.

Preservasi mencakup 311,9 meter panjang jembatan dengan durasi 290 hari kalender sejak Maret 2026. Jembatan ini merupakan akses vital distribusi logistik dan mobilitas warga Nias Selatan.

Kasatker PJN Wilayah III BBPJN Sumut, Syamsul Rizal, menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga mutu pekerjaan sekaligus meminimalkan dampak terhadap pengguna jalan.

“Kami di lapangan terus memantau progres harian. Prioritas kami dua kualitas konstruksi sesuai spesifikasi dan penerapan K3. Untuk ruas Teluk Dalam – Lolowau ini sangat strategis, jadi penanganan longsor dan preservasi jembatan harus tuntas dengan baik agar masyarakat Nias Selatan tidak lagi khawatir saat melintas, terutama di musim hujan,” terang Syamsul Rizal.

Senada, Dengan Kepala BBPJN Sumut Bapak Hardy P. Siahaan menyampaikan komitmennya, “BBPJN Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memastikan kondisi jalan nasional di Provinsi Sumatera Utara tetap dalam kondisi prima agar dapat mendukung aktivitas masyarakat dan sebagai salah satu faktor dalam kemajuan wilayah.”

Jika sesuai target Desember 2026, ruas Teluk Dalam – Lolowau diharapkan bebas titik rawan longsor dan memiliki jembatan yang lebih andal. Dampaknya, akses ke Nias Selatan lebih lancar, biaya logistik lebih efisien, dan ekonomi kepulauan terdorong lebih cepat.

(BBPJN Sumut/Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *