Breaking News
Aliansi mahasiswa BEM bersatu menyatakan Tolakan Gerakan Mahasiswa yang ditunggangi kepentingan Politik Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, Bagikan cerita haru mengenai Momen saat Motivator kondang asal Amerika Serikat, Tony Robbins, meneteskan air mata. Peristiwa itu terjadi saat Tony berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai alasan di balik percepatan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung saat Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat pada Februari 2026 silam. Tony yang merasa penasaran dengan skala besar dan kecepatan implementasi program tersebut langsung melontarkan pertanyaan kepada kepala negara. Kenapa Anda melakukan ini, dalam skala sebesar ini, dengan kecepatan seperti ini? tutur Dirgayuza menirukan pertanyaan Tony pada Minggu (14/6/2026). Merespons hal itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perasaan zalim akan menghantui dirinya jika tidak segera merealisasikan program tersebut untuk anak-anak. Presiden juga meyakini bahwa Indonesia mampu menyusul keberhasilan negara maju yang sudah lebih dulu menerapkan program makan siang di sekolah. Lebih dari 100 negara sudah menjalankan program makan sekolah. Amerika menjalankannya. Negara-negara maju menjalankannya. India pun bisa jalankan. Indonesia juga harus bisa, imbuh Tony terenyuh hingga menangis dan berjanji akan datang ke Indonesia Gunakan dana pribadinya melihat langsung program dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi serta makan bersama para siswa Pelindo Regional 1 Gelar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Bersama Warga Belawan Pemerintahan Kota Jayapura Buka Lahan Pertanian 100 Hektare Sawah, Usulkan Tambahan 300 Hektare Dukung Swasembada Pangan 2026 Dampak Migrasi Pengguna Pertamax ke Pertalite ,Bambang Ismoyo : akan jadi APBN
banner 728x250

Pemerintahan Kota Jayapura Buka Lahan Pertanian 100 Hektare Sawah, Usulkan Tambahan 300 Hektare Dukung Swasembada Pangan 2026

banner 120x600
banner 468x60
JAYAPURA|WARTAPAPER.COM -Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menyiapkan sekitar 100 hektare lahan di Distrik Muara Tami untuk pengembangan tanaman padi sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan di Tanah Papua.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengatakan potensi lahan pertanian di Distrik Muara Tami hingga kawasan perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini masih cukup luas dan dapat terus dikembangkan.

“Saat ini sudah tersedia sekitar 100 hektare lahan di Distrik Muara Tami siap untuk ditanami padi dan ada juga lahan yang telah ditanami padi,” ucap Abisai Rollo di Jayapura.

banner 325x300

Menurutnya, Pemkot Jayapura  mengusulkan tambahan program cetak sawah seluas 200 hingga 300 hektare guna memperluas areal pertanian produktif di wilayah tersebut.

Selain pengembangan sektor pertanian pangan, Pemkot Jayapura turut mendorong pengembangan komoditas perkebunan.

Pemerintah daerah telah mengusulkan kepada Kementerian Pertanian agar mendukung pengembangan perkebunan kakao seluas 100 hektare di wilayah Kota Jayapura.

Menurut Abisai, dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan agar sektor pertanian dan perkebunan di Distrik Muara Tami dapat berkembang lebih optimal.

Ia berharap pengembangan lahan pertanian dan perkebunan tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung target swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.(John Panjaitan/WP).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *