banner 728x250

Kesawan Bergetar Tari Bambangan Cakil, Barongsai hingga Ronggeng Melayu Deli Meriahkan Car Free Night Medan

banner 120x600
banner 468x60

SUMATERA UTARA- MEDAN|WARTAPAPER.COM – Malam di kawasan Cagar Budaya Kesawan, Kota Medan, terasa berbeda. Alunan musik, gerak tari, cerita teater hingga atraksi Barongsai menyatu dalam semarak Car Free Night Atraksi Budaya yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.

banner 325x300
Bukan sekadar menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati suasana malam, Kesawan disulap menjadi panggung budaya yang mempertemukan beragam kesenian dari berbagai latar tradisi.

Mulai dari Ronggeng Melayu Deli, Teater Bangsawan, Tari Jawa Bambangan Cakil, Barongsai hingga Musik India, seluruhnya tampil menghidupkan suasana sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya yang tumbuh di Kota Medan.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian masyarakat datang dari Sanggar Suka Piring yang membawakan Ronggeng Melayu Deli.

Gerak tari yang khas berpadu dengan irama musik Melayu menghadirkan nuansa tradisional yang kental. Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan kekayaan sejarah dan kearifan lokal budaya Melayu Deli.

Teater Bangsawan Hidupkan Kisah Pangeran Kembara

Kemudian, panggung budaya semakin semarak melalui penampilan Sanggar Deli Nusantara Jaya yang membawakan Teater Bangsawan bertajuk “Pangeran Kembara dan Uncang-Uncang 5.0”.

Cerita, karakter, musik dan tata panggung berpadu menjadi satu pertunjukan yang membawa seni teater tradisional lebih dekat kepada masyarakat.

Pertunjukan ini juga menjadi salah satu cara untuk menjaga eksistensi seni tradisional agar tetap dikenal, terutama oleh generasi muda.

Bambangan Cakil hingga Barongsai Tampil Bersama

Kemeriahan semakin terasa ketika FORKALA menghadirkan rangkaian pertunjukan yang memperlihatkan keberagaman budaya.

Tari Jawa Bambangan Cakil, pertunjukan Barongsai, serta Musik India tampil dalam satu rangkaian acara.

Perbedaan karakter dari setiap kesenian justru menciptakan pertunjukan yang berwarna. Dari tradisi Jawa, Melayu, Tionghoa hingga India, semuanya bertemu di ruang publik yang sama: Kesawan.

Inilah wajah Kota Medan yang dibangun dari keberagaman.

Kesawan Jadi Panggung Budaya Kota Medan

Car Free Night Atraksi Budaya tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada publik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution, S.STP., M.AP., serta Ketua DWP Disdikbud Medan, Ny. Andayani A. Barli Mulia Nasution.

Hadirnya berbagai pertunjukan seni di kawasan Kesawan memperlihatkan bahwa ruang publik dapat menjadi bagian penting dalam upaya mengenalkan dan merawat kebudayaan.

Di bawah cahaya malam Kesawan, seni menjadi bahasa yang mempertemukan banyak perbedaan. Tradisi diwariskan, kreativitas terus tumbuh, dan keberagaman dirayakan bersama.

Dari Kesawan untuk Medan, dari budaya untuk generasi.

Merawat budaya bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi memastikan identitas Kota Medan tetap hidup dan dikenal oleh generasi yang akan datang.

Merawat Budaya, Menguatkan Jati Diri.
(Medan/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *