SUMATERA UTARA- MEDAN|WARTAPAPER.COM – Malam di kawasan Cagar Budaya Kesawan, Kota Medan, terasa berbeda. Alunan musik, gerak tari, cerita teater hingga atraksi Barongsai menyatu dalam semarak Car Free Night Atraksi Budaya yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.
Mulai dari Ronggeng Melayu Deli, Teater Bangsawan, Tari Jawa Bambangan Cakil, Barongsai hingga Musik India, seluruhnya tampil menghidupkan suasana sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya yang tumbuh di Kota Medan.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian masyarakat datang dari Sanggar Suka Piring yang membawakan Ronggeng Melayu Deli.
Teater Bangsawan Hidupkan Kisah Pangeran Kembara
Kemudian, panggung budaya semakin semarak melalui penampilan Sanggar Deli Nusantara Jaya yang membawakan Teater Bangsawan bertajuk “Pangeran Kembara dan Uncang-Uncang 5.0”.
Cerita, karakter, musik dan tata panggung berpadu menjadi satu pertunjukan yang membawa seni teater tradisional lebih dekat kepada masyarakat.
Bambangan Cakil hingga Barongsai Tampil Bersama
Kemeriahan semakin terasa ketika FORKALA menghadirkan rangkaian pertunjukan yang memperlihatkan keberagaman budaya.
Tari Jawa Bambangan Cakil, pertunjukan Barongsai, serta Musik India tampil dalam satu rangkaian acara.
Perbedaan karakter dari setiap kesenian justru menciptakan pertunjukan yang berwarna. Dari tradisi Jawa, Melayu, Tionghoa hingga India, semuanya bertemu di ruang publik yang sama: Kesawan.
Kesawan Jadi Panggung Budaya Kota Medan
Car Free Night Atraksi Budaya tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada publik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution, S.STP., M.AP., serta Ketua DWP Disdikbud Medan, Ny. Andayani A. Barli Mulia Nasution.
Di bawah cahaya malam Kesawan, seni menjadi bahasa yang mempertemukan banyak perbedaan. Tradisi diwariskan, kreativitas terus tumbuh, dan keberagaman dirayakan bersama.
Dari Kesawan untuk Medan, dari budaya untuk generasi.
Merawat budaya bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi memastikan identitas Kota Medan tetap hidup dan dikenal oleh generasi yang akan datang.


















