

Selain membahas upaya peningkatan produksi migas, pertemuan juga menyoroti sejumlah persoalan strategis, mulai dari penanganan illegal refinery, perlindungan konsumen, pengawasan kualitas, mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga pengembangan sumber daya manusia lokal.
“Ke depan kita harus berdiskusi lagi mengenai perlindungan konsumen, illegal refinery dan quality control,” tegas Herman Deru.
Menurutnya, koordinasi lintas pihak menjadi penting agar berbagai persoalan yang berkaitan dengan aktivitas migas dapat ditangani secara komprehensif dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat maupun lingkungan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak terhadap infrastruktur serta kelancaran operasional migas.
Selain sektor produksi, perhatian juga diberikan terhadap pengembangan SDM lokal. Herman Deru mengapresiasi berbagai program pelatihan dan transfer knowledge yang dilakukan, termasuk pelatihan di bidang drilling, agar semakin banyak generasi muda Sumsel memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri migas.
Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, SKK Migas dan PHR Zona 4 dalam menjaga keberlangsungan kegiatan hulu migas sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumsel.

















