SUMATERA UTARA- BELAWAN|WARTAPAPER.COM- Warga yang tinggal di sekitar muara aliran Sungai Bederak, Siombak, Hamparan Perak dan Sicanang dihebohkan kemunculan buaya muara. Diperkirakan ada delapan ekor yang terlihat berkeliaran di permukaan sungai, Selasa (19/10/2026).
Salah satu buaya yang muncul diperkirakan memiliki panjang 2 hingga 3 meter. Lokasi kemunculan berada sangat dekat dengan permukiman nelayan dan area tambak milik warga.
“Kemarin nampak kepalanya saja, hari ini badannya sudah naik. Warga jadi takut mau mandi dan cari ikan,” ujar seorang warga di lokasi
Muara Sungai Bederak, Siombak, Hamparan Perak dan Sicanang sendiri terhubung langsung dengan kawasan mangrove dan Pelabuhan Belawan. Kawasan tersebut memang merupakan habitat alami buaya muara. Warga menduga, air pasang yang naik serta banyaknya limbah di sungai membuat buaya bergerak hingga ke hulu.
Kondisi itu membuat warga yang menggantungkan hidup sebagai nelayan kecil dan pencari kepah (kerang) menjadi resah dan menunda aktivitas.
“Kami biasanya cari ikan di pinggiran muara, sekarang takut. Anak-anak juga kami larang main di sungai dulu,” kata Udin, warga sekitar.
Ketua DPC HNSI Kota Medan, Abdul Rahman, mengimbau nelayan agar tetap waspada dan tidak beraktivitas sendirian, terutama di pagi dan sore hari yang menjadi waktu aktif buaya mencari makan.
Ia memastikan, kemunculan buaya tersebut sudah dilaporkan ke Ditpolairud Polda Sumut untuk ditindaklanjuti.
“Kita sudah melaporkan hal itu ke Ditpolairud Polda Sumut dan langsung dilakukan penyisiran di muara sungai tempat munculnya buaya,” jelas Abdul Rahman.
Abdul Rahman juga berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara dan BPBD Kota Medan segera turun ke lokasi. Ia meminta pemerintah daerah segera memasang papan peringatan bahaya buaya dan melakukan pemantauan rutin di sepanjang muara.
(John Panjaitan/WP)


















