“Kami sangat mendukung kebijakan Disdiksu. Kesehatan dan keselamatan siswa adalah prioritas utama. Dengan kondisi udara yang tidak sehat akibat asap karhutla, PJJ menjadi langkah paling tepat,” ujar Rita saat dikonfirmasi di SMAN 4 Medan, Jalan Gelas Nomor 12, Medan Petisah, Jumat (16/10) pagi.
Menurut Rita, guru memanfaatkan platform digital dan learning management system (LMS) yang telah disiapkan sekolah untuk menyampaikan materi, memberikan tugas, serta menjaga komunikasi dengan peserta didik dan orang tua.
“Melalui LMS, proses pembelajaran tetap dapat dipantau secara daring. Kami juga meminta para guru menjaga komunikasi dengan orang tua agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik,” katanya.
Selain memastikan pembelajaran tetap berjalan, Rita mengimbau orang tua agar turut mengawasi aktivitas anak selama masa PJJ. Ia meminta peserta didik mengurangi kegiatan di luar ruangan dan tetap berada di rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.
Untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai ketentuan, SMAN 4 Medan menggunakan aplikasi Pantau PJJ sebagai jurnal pemantauan kegiatan belajar mengajar selama pembelajaran jarak jauh berlangsung.
Ia menambahkan, pihak sekolah juga akan menyampaikan laporan pelaksanaan PJJ secara berkala kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I sesuai instruksi yang berlaku.
Rita berharap kondisi kualitas udara di Kota Medan dan sekitarnya segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dapat kembali dilaksanakan secara normal.
“Kami berharap kualitas udara segera membaik sehingga proses belajar tatap muka bisa kembali normal,” tuturnya. (John Panjaitan/WP)


















